Sorot Jogja – Anggota DPRD Medan, Antonius Devolis Tumanggor, tengah menjadi sorotan publik setelah dilaporkan atas dugaan penganiayaan terhadap tetangganya, Robin Marojahan Silalahi. Kasus ini terjadi di Gang Tapanuli, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat pada Jumat, 5 Juni 2026. Penganiayaan bermula dari insiden mobil yang melintas dengan suara keras, yang diduga memicu emosi Antonius dan memunculkan keributan di lingkungan mereka.

Menurut kuasa hukum Antonius, Fernando Raja Sipahutar dan Lantur Tumangger, peristiwa tersebut berawal ketika Antonius yang sedang berjalan menuju simpang Gang Tapanuli terkejut oleh suara mesin mobil yang digeber oleh pengemudi yang tidak dikenal. Antonius merasa terancam dan mencoba mengejar mobil tersebut. Dalam penjelasannya, kuasa hukum menyatakan bahwa tidak ada kontak fisik yang dilakukan oleh Antonius terhadap Marojahan, dan keributan ini dipicu oleh provokasi dari pihak pelapor.

Baca juga:

Dalam konferensi pers yang diadakan pada 29 Juni 2026, tim kuasa hukum menegaskan bahwa klien mereka tidak melakukan tindakan penganiayaan seperti yang dituduhkan. Mereka menyebutkan bahwa semua kejadian tersebut berawal dari provokasi yang terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka. Masyarakat setempat pun ikut meramaikan situasi ini, dengan berbagai pendapat mengenai insiden tersebut.

Pihak kepolisian, melalui Satreskrim Polrestabes Medan, saat ini masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Mereka telah memanggil sejumlah saksi untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut terkait insiden tersebut. Meskipun Antonius membantah semua tuduhan, proses hukum tetap berjalan dan pihak berwenang akan menentukan langkah selanjutnya.

Profil Antonius Devolis Tumanggor, anggota DPRD Medan yang dilapor gebuki tetangga hartanya Rp 4,6 M [titlebase], menjadi perhatian tidak hanya karena statusnya sebagai wakil rakyat, tetapi juga karena latar belakangnya yang cukup menarik. Antonius dikenal sebagai sosok yang aktif dalam kegiatan masyarakat dan berperan dalam beberapa proyek sosial di wilayahnya. Namun, kejadian ini tentu saja akan mempengaruhi citranya di mata publik.

Baca juga:

Kasus ini juga membuka diskusi mengenai perilaku para pejabat publik dan bagaimana mereka harus menjaga sikap serta reaksi terhadap situasi yang dapat memicu konflik. Penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Antonius ini bisa menjadi preseden buruk bagi citra DPRD Medan secara keseluruhan.

Para pengamat menyarankan agar Antonius dan pihak terkait dapat menyelesaikan masalah ini secara damai untuk menghindari ketegangan yang lebih lanjut di lingkungan masyarakat. Masyarakat juga berharap agar pihak kepolisian dapat menegakkan hukum secara adil dalam menangani kasus ini, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tetap terjaga.

Dengan perkembangan kasus ini, masyarakat terus mengikuti berita terkait Profil Antonius Devolis Tumanggor, anggota DPRD Medan yang dilapor gebuki tetangga hartanya Rp 4,6 M [titlebase], dan menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian. Apakah benar ada tindakan penganiayaan atau ini hanya masalah komunikasi yang salah? Semua pihak berharap kejelasan secepatnya.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.