Sorot Jogja – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian setelah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan rencananya untuk memangkas anggaran program tersebut secara signifikan. Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kementerian Keuangan, Purbaya menegaskan bahwa meskipun ia sebenarnya ingin anggaran MBG dipangkas hingga nol, hal itu tidak mungkin dilakukan karena program ini harus tetap berjalan untuk kepentingan masyarakat.

“Kalau saya maunya nol, tapi nggak bisa kan? Itu sudah keluar anggarannya, kalau berhenti juga nggak benar. Kenapa? Programnya program yang bagus, tinggal implementasi aja diperbaiki,” jelas Purbaya. Pernyataan ini menunjukkan komitmennya untuk efisiensi anggaran, terutama di saat pemerintah sedang berupaya untuk mengelola keuangan negara dengan lebih baik.

Baca juga:

Purbaya juga mengungkapkan bahwa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, telah datang ke Kementerian Keuangan untuk melaporkan rencana efisiensi lanjutan terhadap anggaran MBG. Pemangkasan anggaran tersebut diharapkan akan cukup signifikan dan akan diumumkan oleh pihak BGN dalam waktu dekat. Purbaya menambahkan, “Cukup signifikan pengurangannya. Yang jelas, anggaran kita menjadi lebih aman,” tuturnya.

Langkah efisiensi ini, menurut Purbaya, bukan hanya untuk mengurangi anggaran, tetapi juga untuk memperbaiki pelaksanaan program MBG. Meskipun ada pemangkasan anggaran, Purbaya memastikan bahwa kualitas makanan yang diterima oleh penerima manfaat tidak akan terganggu. “Efisiensi ini tidak akan mengurangi anggaran per porsi yang diterima penerima manfaat dan makanan tetap dipastikan bergizi,” ujarnya.

Dalam konteks ini, pemerintah juga berupaya untuk memperkuat kerjasama antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan pelaku usaha lokal, termasuk koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), untuk memastikan bahwa hasil pertanian lokal dapat diserap dengan baik. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan memperkuat ketahanan pangan.

Baca juga:

Namun, tidak sedikit mitra di daerah yang merasa cemas dengan rencana pemangkasan anggaran ini. Khususnya di Jawa Timur, para mitra mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait dampak dari pengurangan anggaran tersebut terhadap kelangsungan program yang mereka jalankan. Purbaya menegaskan bahwa penghematan anggaran hingga Rp40 triliun yang diusulkan oleh BGN bertujuan untuk menjaga keberlanjutan program MBG dengan tata kelola yang lebih baik.

Dengan anggaran MBG yang diperkirakan turun dari pagu Rp268 triliun, Purbaya menegaskan bahwa evaluasi penerima manfaat dan penyesuaian insentif SPPG menjadi langkah penting dalam proses efisiensi. “Mungkin masih ada ruang untuk menekan biaya pelaksanaan program MBG tanpa mengganggu keberlanjutan program,” tuturnya.

Secara keseluruhan, Purbaya memastikan bahwa anggaran MBG bakal dipangkas signifikan, namun tetap ingin memastikan bahwa program ini dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan langkah-langkah efisiensi yang direncanakan, diharapkan anggaran negara akan semakin aman dan berkelanjutan.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.