Sorot Jogja – Keluarga Nadiem Makarim menggelar doa bersama di Taman Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat malam (26/6), menjelang pembacaan vonis kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu. Acara ini dihadiri oleh keluarga, kerabat, sahabat, serta tokoh publik dan pemuka agama, yang semua berkumpul dalam semangat solidaritas dan harapan akan keadilan.

Dalam momen emosional tersebut, istri Nadiem, Franka Makarim, mengekspresikan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan oleh semua yang hadir. “Terima kasih kepada setiap keluarga, kerabat, sahabat yang malam ini meluangkan waktu untuk hadir dan berdiri bersama dengan kami,” ujarnya. Menurutnya, dukungan moral ini menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi tantangan yang ada, terutama menjelang sidang vonis suaminya yang dijadwalkan pada 30 Juni 2026.

Baca juga:

Franka menyatakan bahwa situasi yang mereka hadapi merupakan ketidakpastian yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. “Menghadapi ketidakpastian yang panjang dan rasa cemas setiap hari, tanpa tahu seperti apa akhir dari semua perjuangan ini,” tegasnya. Malam doa ini, diharapkannya, menjadi pengingat bahwa mereka tidak berjuang sendirian. Keluarga, kerabat, dan sahabat siap memikul beban batin ini bersama-sama.

Acara doa bersama ini juga menjadi ajang untuk menyampaikan harapan agar majelis hakim memberikan putusan yang adil. “Kami mau berdoa agar keadilan masih bisa ditegakkan di Indonesia,” ungkap Franka, menyampaikan optimisme meski proses hukum yang dihadapi suaminya berjalan panjang dan melelahkan.

Dalam suasana yang penuh harapan, keluarga Nadiem juga menyalakan lilin sebagai simbol harapan dan dukungan. Peserta yang hadir mengenakan kaos putih bertuliskan pesan moral tentang kebenaran dan keadilan, menciptakan atmosfer yang penuh dengan semangat kebersamaan. Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh publik, termasuk seniman dan akademisi, yang menunjukkan dukungan mereka terhadap keluarga Nadiem.

Baca juga:

Franka mengungkapkan keyakinannya bahwa selama proses persidangan, dakwaan yang diajukan jaksa tidak terbukti. “Selama enam bulan ini kami sudah menjalani persidangan dan kami bisa melihat bahwa tidak ada satupun dakwaan yang terbukti,” tuturnya, sekaligus berharap untuk putusan yang membebaskan suaminya.

Acara doa bersama ini merupakan bentuk ikhtiar dari keluarga Nadiem jelang pembacaan vonis, yang mencerminkan harapan mereka agar keadilan dapat ditegakkan. Keluarga Nadiem gelar doa bersama menjelang pembacaan vonis, harap ada keadilan menjadi tema yang menggema dalam setiap ucapan dan harapan yang disampaikan di malam tersebut.

Seiring dengan jadwal sidang vonis yang semakin dekat, keluarga Nadiem terus berdoa agar hasil keputusan majelis hakim dapat membawa kebenaran dan keadilan yang sesungguhnya bagi mereka. Keluarga Nadiem gelar doa bersama menjelang pembacaan vonis, harap ada keadilan, bukan hanya untuk mereka, tetapi juga untuk seluruh rakyat Indonesia yang mendambakan keadilan di tanah air.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.