Sorot Jogja – PALEMBANG, KOMPAS.com – Sebuah kebakaran tragis terjadi di Jalan Kadir TKR, Lorong Jambu, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Palembang, yang menyebabkan seorang balita meninggal dunia dan dua saudaranya mengalami luka-luka. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (24/6/2026) saat orangtua kunci rumah dari luar, 3 anak di Palembang terjebak kebakaran di dalamnya, ditinggal kerja.
Korban yang meninggal dunia adalah MGA, seorang balita berusia dua tahun. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Mohammad Hoesin Palembang pada Kamis malam. Sementara itu, dua saudaranya, NR (11) dan P (7), masih dirawat di rumah sakit akibat luka bakar dan sesak napas akibat menghirup asap.
Kebakaran terjadi ketika kedua orang tua mereka pergi ke Pasar 16 Ilir untuk membeli perlengkapan sekolah anak sulung mereka. Ayah korban, Ardian Rusli (40), mengunci pintu rumah dari luar dengan alasan keamanan, mengingat sebelumnya rumah mereka pernah menjadi target pencurian. Ironisnya, saat tragedi ini berlangsung, ketiga anak tersebut sedang berada di dalam rumah tanpa pengawasan.
Api mulai melalap rumah pada pukul 15.30 WIB. Para tetangga yang menyadari ada anak-anak terjebak di dalam rumah bergegas untuk membantu. Mereka mencoba mendobrak pintu untuk menyelamatkan ketiga bocah tersebut sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran. Berkat kerja sama warga dan petugas, akhirnya ketiga anak berhasil dievakuasi meskipun dalam keadaan terluka.
Kapolsek Gandus, AKP I Made Budhi Harta Kusuma, menjelaskan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk menentukan penyebab kebakaran. Menurut keterangan sementara, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Cuaca yang panas diyakini mempercepat penyebaran api sehingga menghanguskan bangunan tersebut.
Setelah kabar kebakaran sampai ke telinga Ardian, ia langsung bergegas pulang dari pasar. Dengan wajah panik dan penuh kesedihan, ia menceritakan bagaimana ia mendapat berita tentang kebakaran rumahnya. “Kemarin itu kami berangkat dari rumah sekitar pukul 15.00 ke Pasar 16 Ilir. Saat itu, saya dihubungi salah satu warga yang memberitahu kalau rumah kami terbakar,” ungkap Ardian.
Pasca kejadian, Ardian dan istrinya terlihat sangat terpukul atas kehilangan anak bungsunya. Mereka juga harus menghadapi kenyataan pahit bahwa dua anak lainnya masih dalam perawatan medis. Kejadian ini menjadi sorotan perhatian masyarakat, dan banyak yang mengungkapkan rasa duka cita serta simpati terhadap keluarga korban.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi orangtua untuk selalu memastikan keselamatan anak-anak mereka. Tindakan mengunci rumah dari luar, meskipun dengan niat untuk menjaga keamanan, bisa berakibat fatal. Tragedi ini menjadi pelajaran bagi kita semua tentang pentingnya perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak, terutama dalam situasi yang berisiko.
Keselamatan anak harus menjadi prioritas utama, dan orangtua diharapkan untuk mengambil langkah-langkah yang lebih aman untuk menjaga anak-anak mereka, terutama saat harus meninggalkan rumah.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
