Sorot Jogja – Rupiah melemah ke level Rp 17.990 per dolar AS pagi ini, menandai pelemahan yang cukup tajam dalam beberapa hari terakhir. Menurut pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, pelemahan rupiah diprediksi akan terus berlanjut hingga akhir pekan ini, dengan potensi menembus level Rp 18.000 per dolar AS.
Beberapa faktor yang menyebabkan pelemahan rupiah ini, antara lain, data ekonomi AS yang menyokong penguatan indeks dolar AS, sehingga menekan mata uang emerging markets seperti rupiah. Data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I 2026 yang direvisi naik menjadi 2,1 persen secara tahunan, meningkat signifikan dari sebelumnya 1,6 persen, menjadi salah satu penyebab utama pelemahan rupiah.
Selain itu, data pengangguran di AS yang mengalami penurunan, dengan klaim awal tunjangan pengangguran turun 12 ribu menjadi 215 ribu klaim, juga berkontribusi pada penguatan indeks dolar AS. Data Indeks Harga Pengeluaran Konsumen Pribadi Inti (Core PCE) AS berada di angka 3,41 persen secara tahunan untuk periode Mei 2026, naik dari 3,3 persen pada bulan sebelumnya, juga menambah tekanan pada rupiah.
Rupiah melemah ke level Rp 17.990 per dolar AS pagi ini, dan diperkirakan akan terus melemah hingga akhir pekan ini. Chief Economist BTN, Myrdal Gunarto, menjelaskan bahwa beberapa mata uang di regional Asia Tenggara turut mengalami pelemahan, seperti dolar Singapura dan Bath. Namun, rupiah tidak seburuk Korean won dan Thailand baht dalam hal pelemahan.
Myrdal juga menilai bahwa investor global sedang melakukan profit taking, terutama setelah warning yang disampaikan oleh MSCI. Permintaan valas yang tinggi di akhir bulan untuk pembiayaan impor, terutama impor manufaktur dan impor BBM, juga berpengaruh pada pelemahan rupiah. Rupiah melemah ke level Rp 17.990 per dolar AS pagi ini, dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir pekan ini.
Rupiah melemah ke level Rp 17.990 per dolar AS pagi ini, menandai pelemahan yang cukup tajam dalam beberapa hari terakhir. Dengan berbagai faktor yang menyebabkan pelemahan rupiah, seperti data ekonomi AS yang menyokong penguatan indeks dolar AS, dan permintaan valas yang tinggi di akhir bulan, rupiah diperkirakan akan terus melemah hingga akhir pekan ini.
Kesimpulan dari pelemahan rupiah ini adalah bahwa rupiah melemah ke level Rp 17.990 per dolar AS pagi ini, dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir pekan ini. Rupiah melemah ke level Rp 17.990 per dolar AS pagi ini, menandai pelemahan yang cukup tajam dalam beberapa hari terakhir, dan diperkirakan akan terus melemah hingga akhir pekan ini.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
