Sorot Jogja – Acara Meriah Wasana Warsa Dan Gelar Seni SD NEGERI 3 Pingit Pringsurat berlangsung meriah pada Sabtu, 13 Juni 2026, di halaman sekolah. Dengan tema “Terima Kasih untuk Setiap Tawa, Cerita, dan Perjuangan yang Telah Kita Lewati Bersama”, kegiatan ini dipadati oleh siswa, orang tua, dan tamu undangan yang antusias menyaksikan berbagai penampilan seni.

Kepala Desa Pingit, Busri, dan sejumlah tokoh masyarakat turut hadir, termasuk Ketua Komite Sekolah, Sukisman, serta Pengawas SD Korwilcam Dindikpora Kecamatan Pringsurat, Betty Suryandari, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan bakat siswa, tetapi juga sebagai momen perpisahan bagi siswa kelas VI yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Baca juga:

Acara dibuka dengan hafalan Asmaul Husna oleh siswa kelas I sampai III, diikuti dengan hafalan ayat-ayat Al-Qur’an dari siswa kelas IV hingga VI. Ini menunjukkan komitmen SD NEGERI 3 Pingit dalam mengedepankan pendidikan agama, sejalan dengan slogan sekolah, “Yo Entok Sekolahe, Yo Entok Ngajine,” yang menekankan pentingnya pendidikan formal dan agama.

Siswa kelas I membuka penampilan dengan lagu dan tarian yang ceria, memulai serangkaian acara yang melibatkan seluruh siswa. Melalui kegiatan ini, mereka dilatih untuk berani tampil di depan umum dan mengembangkan rasa percaya diri serta kemampuan bekerja sama. Berbagai kesenian daerah juga ditampilkan, menambah kekayaan budaya yang diperkenalkan kepada para penonton.

Meriah Wasana Warsa Dan Gelar Seni SD NEGERI 3 Pingit Pringsurat juga menjadi sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal. Siswa diajak untuk mengenali, melestarikan, dan menghargai keberagaman budaya yang ada di sekitar mereka, menciptakan generasi yang sadar akan identitas budaya.

Baca juga:

Puncak dari acara ini adalah prosesi kelulusan siswa kelas VI. Mereka mempersembahkan tiga lagu, yaitu “Laskar Pelangi,” “Terima Kasihku,” dan “Jogja Istimewa,” dengan lirik yang telah disesuaikan dengan tema acara. Suasana haru terasa saat para siswa tampil penuh percaya diri di hadapan orang tua dan tamu undangan. Kebanggaan terlihat jelas di wajah orang tua yang menyaksikan perkembangan anak-anak mereka selama enam tahun di sekolah.

Salah satu momen yang paling menyentuh adalah acara sungkeman, di mana siswa membasuh kaki orang tua mereka, meminta maaf atas segala kesalahan, dan memohon doa restu untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita. Momen ini mengingatkan semua orang akan pentingnya peran orang tua dalam perjalanan hidup anak-anak mereka, baik dalam suka maupun duka.

Suasana khidmat yang tercipta membuat banyak hadirin menitikkan air mata. Dari kegiatan ini, kita belajar bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, pendidikan agama, serta nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi bekal bagi siswa di masa depan.

Baca juga:

Para guru di SD NEGERI 3 Pingit berharap agar nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan selama ini dapat terus dipelihara dan dikembangkan. Dengan harapan, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sukses, berakhlak mulia, dan membanggakan keluarga, sekolah, serta masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tradisi yang terus berlanjut, mengingat pentingnya peran seni dan budaya dalam pendidikan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.