Sorot JogjaPATI, Joglo Jateng – Dalam upaya menuju Adiwiyata Nasional, SD Negeri Bangsalrejo di Kecamatan Wedarijaksa gencar melaksanakan aksi bersih pesisir dan pasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi sekolah yang tidak hanya fokus pada pendidikan di dalam kelas, tetapi juga mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan.

Program aksi bersih ini melibatkan berbagai kegiatan, termasuk membersihkan pesisir di Pelabuhan Juwana, bersih pasar di Pasar Tradisional Sidoharjo, dan kampanye edukasi terkait pengelolaan sampah. Semua kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Baca juga:

Kepala SD Bangsalrejo, Bekti Setiya Ningsih, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan aksi nyata Adiwiyata di lapangan. “Kegiatan ini sudah berjalan dan melibatkan peserta didik secara aktif. Kami berusaha agar pengelolaan lingkungan ini tidak hanya diajarkan di sekolah, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujarnya.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah aksi bersih pesisir yang dilaksanakan pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini dilakukan oleh kader Adiwiyata yang didampingi oleh kepala sekolah dan koordinator kader. Di lokasi tersebut, mereka melakukan pemilahan sampah dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan pesisir yang rentan terhadap banjir dan penyebaran penyakit.

Di sisi lain, aksi bersih pasar di Pasar Tradisional Sidoharjo juga tidak kalah menarik. Kegiatan ini melibatkan para pedagang dan pembeli yang diajak untuk berpartisipasi dalam kampanye pengelolaan sampah yang benar. “Kami ingin mengingatkan kepada pedagang dan pembeli tentang pentingnya pengurangan sampah dengan prinsip 3R, yaitu Reduce, Reuse, Recycle,” tambah Bekti.

Baca juga:

SDN Bangsalrejo juga sudah menerapkan sistem pemilahan sampah yang terstruktur di lingkungan sekolah. Sampah organik diolah menjadi pupuk, sementara sampah plastik dan anorganik lainnya dikelola melalui bank sampah. “Pengelolaan sampah di sekolah sudah berjalan dengan baik. Sampah organik kami buat menjadi pupuk, sedangkan plastik kami setorkan ke bank sampah,” ungkapnya.

Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya mengedukasi siswa dan masyarakat, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat posisi SDN Bangsalrejo dalam penilaian Adiwiyata. Dengan langkah-langkah konkret ini, sekolah berharap dapat melangkah ke tingkat nasional sebagai institusi yang berwawasan lingkungan dan konsisten dalam implementasinya.

Melalui berbagai aksi bersih ini, SDN Bangsalrejo menunjukkan komitmennya untuk menjadi sekolah yang peduli lingkungan. Dengan melibatkan siswa, guru, dan masyarakat, sekolah ini berupaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi semua.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.