Sorot Jogja – Korsel telah menyelesaikan pengembangan jet tempur KF-21 Boramae setelah proyek tersebut berjalan lebih dari satu dekade. Indonesia terlibat dalam program tersebut sebagai mitra pengembangan dengan skema berbagi biaya sebagai imbalan transfer teknologi, prototipe, dan manfaat lainnya. Jet tempur generasi 4,5 ini kini siap memasuki tahap produksi massal untuk memperkuat Angkatan Udara Korea Selatan.
Unit produksi pertama dijadwalkan diserahkan pada September mendatang. Proyek senilai 8,8 triliun won atau sekitar Rp 109 triliun itu secara resmi dimulai pada 2015 untuk menggantikan armada pesawat tempur F-4 dan F-5 buatan Amerika Serikat yang telah menua. Meski demikian, gagasan pengembangan pesawat tempur dalam negeri sebenarnya telah diumumkan sejak Agustus 2001 oleh Presiden Kim Dae-jung.
Pengembangan sistem dimulai penuh pada Desember 2015, sebelum prototipe pertama KF-21 diperkenalkan pada April 2021. Badan Pengadaan Program Pertahanan Korea Selatan (Defense Acquisition Program Administration/DAPA) menggelar seremoni penyelesaian pengembangan KF-21 di kantor pusat Korea Aerospace Industries (KAI), Sacheon, sekitar 300 kilometer di selatan Seoul.
Korsel rampungkan pengiriman 6 jet latih T-50i ke Indonesia, siap menghadapi era baru. KF-21 Boramae akan memasuki tahap produksi massal untuk memperkuat Angkatan Udara Korea Selatan. Indonesia telah menjadi mitra pengembangan KF-21 dengan skema berbagi biaya sebagai imbalan transfer teknologi, prototipe, dan manfaat lainnya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
