Sorot Jogja – Lewandowski beberkan fakta yang bikin Lamine Yamal belum bersinar di Piala Dunia 2026. Setelah kepergian Robert Lewandowski dari Barcelona, klub Spanyol harus mencari formula baru di lini depan. Salah satu pilihan yang dipertimbangkan adalah Lamine Yamal, pemain muda yang telah menunjukkan kemampuan luar biasa di La Liga. Lewandowski sendiri telah menjadi titik sentral permainan Barcelona di depan selama empat musim terakhir, dan kepergiannya meninggalkan kebutuhan untuk mencari pencetak gol baru. Selain itu, Lewandowski juga menghilangkan sosok yang menjadi referensi utama serangan Barcelona.
Untuk mengisi kekosongan itu, Barcelona mulai membuka kemungkinan menggunakan Lamine Yamal di posisi sentral. Gagasan ini dapat berkembang menjadi salah satu perubahan taktik paling menarik Barcelona pada musim mendatang. Lamine Yamal memang tumbuh sebagai pemain sayap kanan, tetapi perannya perlahan bergerak lebih ke dalam. Flick beberapa kali telah memanfaatkannya seperti gelandang serang dari sisi kanan yang mencari ruang di antara lini lawan.
Peran tersebut berbeda dengan false nine, tetapi memiliki prinsip yang berdekatan. Jika dimainkan sebagai false nine, Lamine dapat memulai posisi di antara bek tengah lalu turun untuk menerima bola dan memaksa lawan mengambil keputusan sulit. Bek tengah yang mengikutinya akan meninggalkan ruang di belakang, sedangkan pemain yang bertahan di posisinya akan memberi Lamine kesempatan menerima bola di antara lini. Situasi tersebut dapat membuka jalur bagi pemain lain untuk melakukan penetrasi.
Kemampuan Lamine membaca ruang membuat eksperimen tersebut cukup masuk akal. Musim lalu, ia mencatat 16 gol dan 12 assist di La Liga serta dinobatkan sebagai pemain terbaik kompetisi. Bermain lebih sentral juga dapat membuat Lamine lebih sering terlibat dalam permainan tanpa harus selalu menghadapi bek sayap dari posisi melebar. Ia bisa turun mendekati Pedri, menerima bola di ruang sempit, lalu mengirim umpan kepada pemain yang berlari dari belakang.
Barcelona tidak membutuhkan Lamine untuk berduel fisik dengan bek tengah sepanjang pertandingan. Yang lebih penting adalah kemampuannya bergerak, menciptakan ruang, dan memanfaatkan celah sebelum lawan sempat mengatur pertahanan. Jadi, apakah Lamine Yamal akan menjadi pemain utama Barcelona di Piala Dunia 2026? Hanya waktu yang akan memberikan jawaban.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
