Sorot Jogja – Kisah Marc Cucurella, bek timnas Spanyol yang hidupnya berubah setelah putranya didiagnosis autisme – ‘Kadang saya tidak tahu bagaimana membantunya’ [titlebase], merupakan sebuah perjalanan emosional yang menginspirasi banyak orang. Cucurella, yang baru saja meraih kejayaan bersama tim nasional Spanyol di Piala Dunia 2026, kini harus menghadapi tantangan baru dalam kehidupan pribadinya.

Setelah mengangkat trofi Piala Dunia, Cucurella mengungkapkan perasaannya mengenai diagnosis autisme putranya yang mengubah pandangannya terhadap hidup dan kariernya. Dalam sebuah wawancara, ia mengungkapkan, “Kadang saya tidak tahu bagaimana membantunya, tetapi saya berusaha untuk selalu ada untuknya”. Ini adalah pernyataan yang menunjukkan betapa besar komitmen Cucurella tidak hanya di lapangan, tetapi juga sebagai seorang ayah.

Baca juga:

Marc Cucurella menjadi sorotan publik setelah Spanyol berhasil menjuarai Piala Dunia 2026 dengan mengalahkan Argentina 1-0 di final yang berlangsung di New York. Kemenangan ini adalah momen bersejarah bagi tim Spanyol, dan Cucurella, yang tampil sebagai starter di seluruh pertandingan, memainkan peran penting dalam perjalanan timnya menuju gelar juara. Ia bahkan menepati janjinya untuk membuat tato wajah pelatih Luis de la Fuente sebagai simbol penghormatan atas keberhasilan ini.

Tato tersebut, yang diabadikannya di lengan kiri, menggambarkan wajah De la Fuente yang sedang mengangkat trofi Piala Dunia. Dalam unggahannya di media sosial, Cucurella menulis, “Janji terpenuhi”. Aksi ini menunjukkan betapa besar rasa syukurnya terhadap pelatih dan tim yang telah bersamanya dalam perjalanan ini.

Sebelum diagnosis autisme putranya, Cucurella juga mengaku mengalami masa-masa sulit dalam kariernya, terutama setelah pindah ke Real Madrid. Namun, dukungan dari keluarganya, termasuk putranya, memberinya motivasi untuk terus berjuang. “Keluarga adalah segalanya bagi saya. Ketika saya di lapangan, saya selalu memikirkan mereka,” ujarnya.

Baca juga:

Perjalanan Cucurella di Piala Dunia tidak dimulai dengan baik. Tim Spanyol mengalami hasil imbang di pertandingan pembuka melawan Cape Verde, yang memicu kritik. Namun, hasil itu justru menjadi pemicu semangat tim untuk tampil lebih baik di laga-laga berikutnya. “Kami belajar dari kesalahan dan bangkit kembali,” kata Cucurella.

Dalam komunitas sepak bola, Cucurella dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan pekerja keras. Keberhasilannya meraih juara dunia sekaligus menghadapi tantangan pribadi sebagai ayah dari anak dengan autisme membuatnya semakin dihormati. Sebagai bintang olahraga, ia berharap bisa menjadi inspirasi bagi orang tua lainnya yang menghadapi situasi serupa.

Dengan kombinasi keberhasilan di lapangan dan tantangan di rumah, kisah Marc Cucurella, bek timnas Spanyol yang hidupnya berubah setelah putranya didiagnosis autisme – ‘Kadang saya tidak tahu bagaimana membantunya’ [titlebase], menjadi pengingat bahwa di balik kesuksesan ada banyak perjuangan dan pengorbanan yang harus dilalui.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.