Sorot Jogja – Pelatih kepala Persija Jakarta, Shin Tae-yong, baru-baru ini menerima sanksi berat dari Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) berupa larangan beraktivitas selama satu tahun. Ia menilai keputusan tersebut tidak adil, namun tetap berkomitmen untuk fokus membangun tim Macan Kemayoran menjelang musim baru Liga 1 Indonesia.

Keputusan KFA tersebut diumumkan setelah melalui proses verifikasi oleh manajemen Persija Jakarta. Dalam pernyataan resmi klub pada 26 Juli 2026, dijelaskan bahwa sanksi yang diterima Shin Tae-yong merupakan hasil dari penyelidikan mengenai dugaan tindakan kekerasan yang melibatkan dirinya saat melatih klub Ulsan HD pada tahun lalu. Kasus ini mencuat setelah adanya insiden penamparan yang diduga dilakukan Shin terhadap salah satu pemain, Jung Seung-hyun, yang kemudian viral di media sosial.

Baca juga:

Dalam situasi tersebut, Persija Jakarta mengambil langkah proaktif dengan melakukan klarifikasi langsung kepada KFA untuk memastikan akurasi informasi yang beredar. Manajemen klub menetapkan dua poin penting dari hasil verifikasi tersebut. Pertama, sanksi yang dijatuhkan berlaku selama satu tahun, dan bukan sepuluh tahun seperti yang banyak diberitakan. Kedua, hukuman tersebut hanya berlaku di wilayah yurisdiksi Korea Selatan, sehingga tidak mempengaruhi aktivitas Shin Tae-yong di luar negeri, termasuk di Indonesia.

Shin Tae-yong, yang menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun dengan Persija pada Juni 2026, mengungkapkan bahwa ia merasa keputusan KFA tidak sepenuhnya adil. Namun, ia menegaskan akan tetap fokus pada tugasnya di Persija dan berupaya membawa tim meraih kesuksesan di kompetisi yang akan datang. “Kami akan terus bekerja keras untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Presiden Persija, Mohamad Prapanca, juga menegaskan bahwa sanksi yang dijatuhkan KFA tidak akan mengganggu persiapan tim untuk menghadapi musim baru. Ia menyatakan bahwa seluruh elemen tim akan tetap fokus pada program latihan dan persiapan menjelang kompetisi, meskipun ada isu sanksi tersebut.

Baca juga:

Menanggapi situasi ini, banyak pihak berharap agar Shin Tae-yong dapat segera menyelesaikan permasalahan hukum yang mengganggu kariernya. Dukungan dari klub dan penggemar diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi pelatih asal Korea Selatan ini untuk tetap berkarya di sepak bola Indonesia.

Kena sanksi berat dari Federasi Korea Selatan, Shin Tae-yong: Tidak adil [titlebase] menjadi perhatian banyak pihak di dunia sepak bola. Dengan ketegasan dari manajemen Persija dan sikap profesional Shin, diharapkan klub dapat melewati masa sulit ini dan kembali bersaing di level tertinggi Liga 1 Indonesia.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: