Sorot Jogja – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengonfirmasi bahwa mereka telah menjalin komunikasi dengan Pep Guardiola terkait posisi pelatih tim nasional Italia. Namun, akhirnya FIGC memutuskan untuk menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih baru Timnas Italia, menggantikan Gennaro Gattuso.

Presiden FIGC, Giovanni Malago, menyatakan keyakinan bahwa Mancini adalah pilihan terbaik untuk memimpin Gli Azzurri. “Saya percaya bahwa orang terbaik untuk menjadi pelatih kepala adalah Roberto Mancini,” ungkapnya. Penunjukan ini terjadi setelah berbagai spekulasi mengenai pelatih yang akan menggantikan Gattuso, termasuk nama besar seperti Guardiola dan Andrea Pirlo.

Baca juga:

Guardiola, yang sebelumnya sukses bersama Manchester City, menjadi kandidat utama sebelum akhirnya menolak tawaran dari FIGC. Hal ini terjadi karena tingginya gaji yang diminta, yang membuat FIGC memilih untuk melanjutkan pencarian pelatih lain. Meskipun Guardiola sempat menjadi incaran, FIGC akui jalin komunikasi dengan Guardiola untuk latih timnas Italia [titlebase] tidak membuahkan hasil.

Dalam proses pencarian pelatih, nama Pirlo sempat muncul sebagai kandidat yang diinginkan oleh Paolo Maldini, Direktur Teknik FIGC yang baru saat itu. Namun, penunjukan Pirlo terhambat oleh kontroversi terkait hubungan komersialnya dengan perusahaan taruhan asal Rusia, yang memicu kritik dari berbagai kalangan. Akibatnya, Maldini dan penasihatnya, Leonardo, memilih untuk mengundurkan diri hanya 16 hari setelah menjabat, memperburuk situasi di dalam federasi.

Dalam situasi yang semakin memanas, FIGC akhirnya kembali ke pilihan mereka yang sebelumnya, yaitu Roberto Mancini. Mancini bukanlah sosok asing bagi Timnas Italia, sebab sebelumnya ia telah menjabat sebagai pelatih dan sukses membawa Italia meraih gelar Euro 2020. Meskipun demikian, ia juga menghadapi tantangan berat setelah timnya gagal lolos ke Piala Dunia 2022, yang merupakan kegagalan ketiga secara beruntun bagi Italia.

Baca juga:

Seiring dengan penunjukan Mancini, Claudio Ranieri juga diangkat sebagai Direktur Teknik yang baru. Ranieri diharapkan dapat membantu membawa stabilitas dan arah baru bagi sepak bola Italia, yang belakangan ini mengalami banyak kesulitan.

Dengan adanya penunjukan ini, FIGC berharap dapat mengembalikan kejayaan tim nasional yang pernah menjadi raja sepak bola dunia. Namun, tantangan besar masih menanti Mancini untuk membangun kembali kepercayaan dan performa tim, terutama setelah krisis yang melanda federasi dan tim nasional dalam beberapa tahun terakhir.

FIGC akui jalin komunikasi dengan Guardiola untuk latih timnas Italia [titlebase] menjadi salah satu babak baru dalam perjalanan sepak bola Italia, di mana federasi harus segera menemukan solusi dan strategi untuk mengatasi berbagai masalah yang ada.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.