Sorot Jogja – FC Thun, tim sepak bola asal Swiss, mengalami nasib nahas di kualifikasi UEFA Champions League saat menghadapi Dinamo Zagreb di Stadion Maksimir. Setelah berhasil memimpin 2-0 dalam waktu 22 menit, tim ini harus menelan pil pahit dengan kekalahan 3-2 setelah perpanjangan waktu, yang mengakhiri impian mereka untuk berlaga di Liga Champions.
Di awal pertandingan, Thun menunjukkan performa mengesankan. Brighton Labeau membuka skor pada menit ke-4, diikuti oleh gol Marco Bürki pada menit ke-22. Namun, nasib buruk menimpa Bürki ketika ia menerima kartu merah pada menit ke-67, yang menjadi titik balik pertandingan. Setelah kehilangan satu pemain, Dinamo Zagreb mulai mendominasi permainan.
Pemain Dinamo Zagreb, Dion Drena Beljo, berhasil menyamakan kedudukan dengan dua gol cepat pada menit ke-74 dan 78. Pertandingan pun berlanjut ke perpanjangan waktu di mana Moris Valincic menjadi pahlawan dengan golnya di menit ke-112, yang memastikan kemenangan untuk tim tuan rumah.
Dengan hasil ini, Dinamo Zagreb melaju ke babak ketiga kualifikasi Liga Champions dan akan bertemu pemenang antara KÍ Klaksvíka dan Kauno Žalgiris. Sementara itu, FC Thun terpaksa melanjutkan perjalanan mereka di UEFA Europa League, di mana mereka akan menghadapi tim yang kalah dari duel Hapoel Be’er Sheva dan Vikingur Reykjavik.
Thun, meskipun kalah, tetap menunjukkan semangat juang yang tinggi dan berusaha keras hingga akhir. Pelatih dan pemain mengakui bahwa meski hasil tidak berpihak, mereka telah memberikan yang terbaik. Kartu merah yang diterima Bürki menjadi sorotan utama, di mana banyak yang berpendapat bahwa keputusan VAR tersebut mengubah jalannya pertandingan secara drastis.
Dengan kekalahan ini, FC Thun harus segera bangkit dan mempersiapkan diri untuk kompetisi berikutnya di Europa League. Harapan untuk bisa bersaing di level tertinggi Eropa kini harus ditunda, namun tim ini masih memiliki kesempatan untuk membuktikan diri di kancah Eropa lainnya.
Di sisi lain, Dinamo Zagreb merayakan kebangkitan mereka yang dramatis dan berharap untuk melanjutkan momentum ini dalam pertandingan mendatang. Kemenangan ini juga memastikan mereka setidaknya akan bermain di fase grup Conference League, sebuah pencapaian yang berarti bagi klub tersebut.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
