Sorot Jogja – Jakarta – Sri Mulyani Indrawati, mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, kembali berkiprah di Bank Dunia, kali ini jadi ketua bersama IDA22. Penunjukan ini diumumkan pada 8 Agustus 2026, di mana ia akan menjabat sebagai Ketua Independen untuk pengisian kembali dana International Development Association (IDA) ke-22. Dalam perannya ini, Sri Mulyani diharapkan dapat mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pendanaan dari negara-negara donor maupun peminjam.

Sri Mulyani akan bekerja sama dengan Direktur Pelaksana Bank Dunia, Paschal Donohoe, untuk memimpin proses pengisian kembali dana IDA22. Pertemuan pengisian kembali dana IDA umumnya diselenggarakan setiap tiga tahun, dan bertujuan untuk menghimpun pendanaan baru bagi IDA, yang merupakan lembaga pendanaan Grup Bank Dunia yang fokus pada negara-negara termiskin.

Baca juga:

Dalam kapasitasnya sebagai Independent Co-Chair IDA22, Sri Mulyani memiliki sejumlah tugas strategis, di antaranya memimpin penggalangan dukungan kebijakan dan komitmen pendanaan. Ia juga akan mengevaluasi arah kebijakan IDA saat ini dan menyusun strategi untuk periode mendatang. Penunjukan ini menunjukkan pengakuan internasional terhadap rekam jejak Sri Mulyani yang panjang di bidang pembiayaan pembangunan internasional.

Sejarah mencatat bahwa Sri Mulyani adalah orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia dari tahun 2010 hingga 2016. Pengalaman ini membuatnya menjadi sosok yang sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan terkait pembangunan global. Pada saat yang sama, Sri Mulyani juga memiliki harta kekayaan yang signifikan, termasuk kepemilikan tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp 49,04 miliar, seperti yang dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Proses pengisian kembali dana IDA22 dimulai pada Desember 2026 dan diharapkan selesai dengan penyampaian komitmen pendanaan pada Desember 2027. Dana yang dihimpun dalam proses ini akan digunakan untuk mendukung pembiayaan konsesional bagi 78 negara hingga tahun 2031. Sri Mulyani kembali berkiprah di Bank Dunia, kali ini jadi ketua bersama IDA22 dan memimpin upaya penting ini dengan harapan dapat memperluas akses pendanaan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di negara-negara berpendapatan rendah.

Baca juga:

Selain itu, peran baru Sri Mulyani di Bank Dunia juga menunjukkan komitmen Indonesia dalam konteks pembangunan global. Kehadiran dan kontribusi tokoh Indonesia di lembaga internasional seperti Bank Dunia diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pembentukan kebijakan yang lebih baik dan lebih inklusif. Penunjukan ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi global, mengingat pengalaman dan kompetensi Sri Mulyani yang diakui di tingkat internasional.

Dengan jabatan baru ini, Sri Mulyani diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mendukung agenda pembangunan internasional, sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dengan Bank Dunia. Kepercayaan dunia terhadap kapabilitas sumber daya manusia Indonesia di sektor ekonomi dan keuangan semakin meningkat, dan Sri Mulyani menjadi salah satu tokoh kunci dalam upaya tersebut.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: