Sorot Jogja – Kabar duka menyelimuti komunitas Persebaya Surabaya setelah meninggalnya pentolan Bonek Andie Peci pada Jumat lalu. Pemergian Andie Peci, yang telah berjuang untuk mengembangkan Persebaya, menyebabkan banyak orang teringat akan perjuangannya.

Persebaya akan menghadapi PSIS Semarang dalam pertandingan Anniversary Game ke-99 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (19/7/2026). Seluruh pemain Persebaya akan mengenakan pita hitam sebagai bentuk penghormatan kepada Andie Peci.

Baca juga:

Rachmat Irianto, pemain Persebaya, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Andie Peci atas perjuangannya dalam mengembangkan Persebaya.

“Saya berterima kasih kepada Mas Andie Peci sudah memperjuangkan semua ini untuk Persebaya kembali bergulir di liga Indonesia,” kata Rachmat Irianto.

Bernardo Tavares, pelatih Persebaya, juga telah mengungkapkan perasaannya dalam sebuah konferensi pers. Ia meminta suporter Persebaya untuk tidak membawa atau menyalakan flare di dalam stadion.

“Saya berharap, semoga besok tidak bawa flare karena itu bahaya untuk semua keluarga. Anda bisa support dan menikmati laga besok tanpa flare,” ucap Bernardo Tavares.

Baca juga:

Di sisi lain, Yayasan Adi Jasa telah mengoperasikan fasilitas krematorium baru yang terintegrasi dengan layanan kedukaan digital di Surabaya. Fasilitas ini dapat digunakan untuk kremasi jenazah dan penyimpanan abu.

Menurut Ketua Yayasan Adi Jasa, Pek Sugiarto Pangestu, fasilitas krematorium ini menggunakan teknologi asal Jerman yang ramah lingkungan dan tidak menghasilkan asap maupun bau.

Persebaya akan menghadapi PSIS Semarang dalam pertandingan Anniversary Game ke-99 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (19/7/2026).

Semoga Persebaya dapat memenangkan pertandingan ini dan menghormati Andie Peci dalam cara yang paling baik.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.