Sorot Jogja – Dalam pertandingan yang sangat mendebarkan pada Piala Dunia 2026, Inggris berhasil meraih medali perunggu setelah mengalahkan Prancis dengan skor 6-4 di Miami Gardens. Penampilan gemilang diperlihatkan oleh Bukayo Saka yang mencetak hat-trick, sementara Kylian Mbappé mencetak dua gol yang membawanya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia.
Pertandingan ini menjadi salah satu yang paling mengesankan dalam sejarah Piala Dunia, mencatatkan total sepuluh gol, menjadikannya pertandingan ketiga terbanyak sepanjang sejarah. Inggris memimpin dengan cepat, mencetak empat gol di babak pertama, dan meskipun Prancis mencoba untuk bangkit di babak kedua, mereka tidak berhasil membalikkan keadaan.
Dean Henderson, yang ditunjuk sebagai kiper utama di pertandingan ini, menunjukkan performa yang solid dengan beberapa penyelamatan penting, termasuk satu penyelamatan krusial dari tendangan Mbappé. Meskipun ia harus memungut bola dari gawangnya empat kali, penampilannya di bawah mistar tetap menjadi sorotan.
Babak pertama dimulai dengan cepat, di mana Inggris langsung mengambil inisiatif. Gol pertama datang dari Declan Rice yang membuka skor pada menit ke-20. Tak lama kemudian, Ezri Konsa menambah keunggulan menjadi 2-0 sebelum Saka mencetak dua gol berturut-turut pada menit ke-37 dan waktu tambahan babak pertama, membawa Inggris unggul 4-0.
Di babak kedua, Prancis berusaha bangkit dan berhasil mencetak gol melalui Mbappé yang menunjukkan kelasnya dengan dua gol. Namun, Inggris tetap menjaga keunggulan mereka. Saka berhasil menambah gol ketiga bagi dirinya sendiri melalui penalti pada menit ke-87, sebelum Jude Bellingham menutup skor dengan gol terakhir di menit tambahan waktu.
Dengan hasil ini, Inggris meraih posisi ketiga terbaik mereka di Piala Dunia, setelah terakhir kali mereka meraih gelar juara pada tahun 1966. Sementara itu, Mbappé mencatatkan namanya dalam sejarah dengan menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia dengan total 22 gol, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Lionel Messi.
Manajer Inggris, Thomas Tuchel, menyatakan bahwa meskipun timnya tidak berhasil mencapai final, pencapaian ini tetap bisa dianggap sebagai langkah positif menuju masa depan. “Kami telah menunjukkan potensi yang besar, dan hasil ini adalah bagian dari proses,” ujarnya. Dengan semangat yang tinggi, tim Inggris diharapkan bisa kembali bersaing di level tertinggi di masa mendatang.
Di sisi lain, performa Dean Henderson di turnamen ini juga patut dicatat. Meskipun sebagai kiper cadangan, ia menunjukkan bahwa ia layak untuk menjadi bagian dari tim inti. Penampilannya di pertandingan melawan Prancis menunjukkan bahwa ia bisa diandalkan dalam situasi-situasi krusial.
Dengan semua drama yang terlibat dalam pertandingan ini, para penggemar sepak bola disuguhi tontonan yang tidak akan mereka lupakan. Inggris kini bisa pulang dengan kepala tegak, sementara Prancis harus menerima kenyataan bahwa mereka kalah dalam pertarungan yang sangat mengejutkan ini.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
