Sorot Jogja – Timnas voli putra Indonesia hancur lebur di AVC U18, pelatih salahkan pemain. Setelah perjuangan yang cukup berat di AVC Boys’ U18 Volleyball Championship 2026, Timnas voli Indonesia akhirnya harus puas menutup turnamen di posisi kesembilan. Kemenangan melawan Filipina dengan skor 3-1 (23-25, 25-18, 25-15, 25-14) di Haikou Wuyuan River Gymnasium, China, pada Sabtu (18/7/2026), menjadi penutup bagi perjalanan mereka di ajang ini.
Pelatih Odyk Hermanto memberikan apresiasi kepada anak asuhnya yang telah berjuang meskipun hanya memiliki waktu persiapan yang sangat terbatas, yakni dua pekan. “Kami tidak memiliki latihan yang cukup, tetapi hasil yang kami raih setara dengan negara-negara besar seperti Jepang dan Iran. Ini menunjukkan bahwa kami perlu memperhatikan proses pembinaan lebih dalam lagi,” ujarnya.
Dalam laga melawan Filipina, Indonesia sempat tertinggal di set pertama sebelum berhasil membalikkan keadaan di set kedua. Odyk juga mengungkapkan bahwa para pemainnya masih minim pengalaman, yang berpengaruh terhadap mental dan keterampilan mereka di lapangan. “Kekalahan di set pertama memberikan pelajaran berharga, dan kami mampu beradaptasi dengan baik di set-set berikutnya,” tambahnya.
Sebelum menghadapi Filipina, Timnas voli putra Indonesia juga berhasil menundukkan Kirgistan dan Bahrain dengan hasil meyakinkan. Namun, Odyk tetap merasa belum puas meskipun timnya berhasil mengamankan peringkat kesembilan. “Kami seharusnya bisa lebih agresif. Pemain terkadang terbawa ritme permainan lawan, sehingga agresivitas kami tidak konsisten,” jelas Odyk.
Sementara itu, terkait dengan evaluasi pasca-turnamen, Odyk menegaskan pentingnya pembinaan bagi pemain muda. “Banyak dari mereka yang belum memiliki pengalaman di level internasional. Pengalaman seperti ini penting untuk membangun mental dan keterampilan mereka di masa depan,” tuturnya.
Peringkat kesembilan bukanlah target yang diharapkan sebelumnya, di mana Timnas voli Indonesia ditargetkan untuk menembus empat besar. Dengan hasil ini, Odyk menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk mempersiapkan tim di turnamen mendatang.
Secara keseluruhan, perjalanan Timnas voli putra Indonesia hancur lebur di AVC U18, pelatih salahkan pemain. Meski ada momen-momen positif, ada banyak hal yang perlu diperbaiki untuk ke depannya. Tim ini diharapkan bisa kembali lebih kuat dan siap bersaing di level internasional.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
