Sorot Jogja – Piala Dunia 2026 menjadi momen yang penuh harapan sekaligus kekecewaan bagi Timnas Belgia, di mana kesalahan Lammens jadi akhir pahit era ‘generasi emas‘ Belgia di Piala Dunia — ‘Mereka seharusnya merasakan kejayaan untuk terakhir kalinya’. Tim yang dijuluki Setan Merah ini harus menelan pil pahit setelah tersingkir di perempat final oleh Spanyol dengan skor 1-2.
Dalam pertandingan yang berlangsung di SoFi Stadium, Los Angeles, Belgia kehilangan kiper utama mereka, Thibaut Courtois, pada menit ke-71 akibat cedera. Senne Lammens, kiper muda berusia 24 tahun dari Manchester United, masuk menggantikan Courtois dan melakukan debutnya di Piala Dunia. Sayangnya, blunder Lammens pada menit ke-88 menjadi penentu kekalahan Belgia, saat ia gagal mengantisipasi tembakan jarak jauh dari Pau Cubarsi, yang dimanfaatkan oleh Mikel Merino untuk mencetak gol kemenangan.
Courtois, yang menyaksikan kejadian tersebut, menunjukkan dukungan penuh kepada Lammens setelah pertandingan. Ia memeluk Lammens dan mengingatkan bahwa pengalaman pahit ini akan membentuk karakter dan mentalitasnya sebagai seorang kiper. “Dia adalah kiper hebat. Anda hanya akan menjadi lebih kuat dari ini,” ujar Courtois. Dukungan juga datang dari rekan-rekan setim lainnya, seperti Brandon Mechele, yang menyebut insiden ini sebagai ‘momen pembelajaran’ bagi Lammens.
Meskipun kekalahan ini menandai akhir perjalanan generasi emas Belgia yang telah didominasi oleh pemain-pemain seperti Courtois, Romelu Lukaku, dan Kevin De Bruyne, beberapa di antara mereka masih berhasil menunjukkan performa yang mengesankan di Piala Dunia 2026. Thibaut Courtois sendiri tampil gemilang sebelum cedera, mencatatkan 14 penyelamatan dalam enam pertandingan. Brandon Mechele juga menunjukkan konsistensi di lini belakang, sementara Youri Tielemans dan Leandro Trossard menjadi motor serangan yang produktif.
Turnamen ini juga menjadi ajang bagi generasi penerus Belgia untuk menunjukkan kemampuan mereka. Charles De Ketelaere dan Romelu Lukaku, meskipun tampil dari bangku cadangan, tetap mampu memberikan kontribusi yang berarti. Namun, kegagalan Belgia untuk meraih gelar juara dunia ini meninggalkan rasa kesedihan mendalam, terutama bagi para penggemar yang berharap dapat melihat ‘generasi emas’ ini merasakan kejayaan untuk terakhir kalinya.
Dengan kekalahan ini, Belgia diperkirakan akan memasuki era baru, seiring berakhirnya perjalanan sejumlah pemain senior. Era yang dimulai dengan harapan besar dan penampilan gemilang selama beberapa tahun terakhir kini harus berakhir dengan kekecewaan. Kesalahan Lammens dalam pertandingan melawan Spanyol menjadi simbol dari perjalanan yang penuh harapan namun berakhir tragis.
Dengan berbagai pelajaran yang diambil dari pengalaman ini, diharapkan tim nasional Belgia dapat bangkit dan menyusun kembali strategi untuk menghadapi kompetisi di masa mendatang. Meskipun harus merelakan cita-cita meraih gelar di Piala Dunia 2026, harapan untuk kebangkitan dan kesuksesan baru tetap ada di hati para pendukungnya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
