Sorot Jogja – Piala Dunia 2026 menyajikan momen-momen dramatis, terutama bagi tim nasional Brasil yang harus menelan kekalahan mengejutkan di babak 16 besar. Dalam pertandingan melawan Norwegia, Brasil, yang dipenuhi dengan harapan tinggi, harus merelakan impian mereka untuk meraih gelar keenam setelah kalah 1-2. Salah satu pemain kunci yang absen dalam laga ini adalah Lucas Paquetá, yang cedera dan tidak dapat membantu timnya saat mereka menghadapi tantangan berat ini.
Sejak awal turnamen, Brasil menunjukkan performa yang tidak konsisten. Lucas Paquetá, yang dikenal sebagai salah satu gelandang berbakat Brasil, seharusnya menjadi salah satu andalan tim. Namun, ketidakhadirannya di lapangan sangat dirasakan, terutama saat tim menghadapi Norwegia yang diperkuat oleh Erling Haaland, yang tampil gemilang dengan mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut.
Legendaris Prancis, Youri Djorkaeff, memberikan kritik tajam terhadap performa Brasil, mengatakan bahwa permainan mereka saat ini membuatnya merasa ingin muntah. Ia menyoroti lemahnya pertahanan Brasil dan kegagalan lini serang untuk memaksimalkan peluang yang ada. Dalam pandangannya, kualitas teknik para pemain Brasil, termasuk Lucas Paquetá dan rekan-rekannya, telah menurun drastis dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Selain itu, pernyataan Djorkaeff juga menyoroti betapa pentingnya kualitas dasar seperti kontrol bola yang saat ini semakin jarang terlihat di level tertinggi. Dalam laga melawan Norwegia, Brasil tidak mampu menunjukkan kreativitas yang biasanya menjadi ciri khas mereka. Neymar, yang kini berusia 34 tahun, menjadi satu-satunya pemain yang mampu menciptakan peluang, tetapi upayanya tidak cukup untuk menyelamatkan tim.
Di sisi lain, Ayyoub Bouaddi, yang sebelumnya bermain untuk timnas Prancis U-21, kini menyandang jersey tim nasional Maroko dan telah menampilkan performa yang mengesankan di Piala Dunia. Bouaddi, yang memiliki orang tua asal Maroko, menegaskan bahwa keputusan untuk mewakili Maroko adalah dari hati dan ia tidak menyesalinya. Ia juga mengalami pertemuan yang menegangkan melawan Brasil, meskipun ia tidak dapat mencetak gol dalam pertandingan tersebut.
Dengan kekalahan ini, Brasil harus menghadapi kenyataan pahit bahwa mereka belum pernah melangkah lebih jauh di Piala Dunia sejak meraih gelar terakhir pada tahun 2002. Ketidakhadiran Lucas Paquetá di lapangan mungkin menjadi salah satu alasan mengapa tim tidak dapat menampilkan performa terbaik mereka. Brasil kini harus mengevaluasi strategi dan pelatih mereka jika ingin kembali ke jalur kemenangan di turnamen mendatang.
Kesimpulannya, perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026 diwarnai dengan harapan dan kekecewaan. Ketidakhadiran Lucas Paquetá jelas memberikan dampak besar bagi tim, dan kini Brasil harus melakukan introspeksi untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi di masa depan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
