Sorot JogjaFIFA buka suara soal tudingan wasit bantu Argentina di Piala Dunia 2026 setelah pertandingan dramatis antara Argentina dan Mesir yang berakhir 3-2. Kemenangan tersebut, meski mengesankan, memicu kontroversi besar di kalangan penggemar dan analis sepak bola.

Dalam laga tersebut, Argentina harus berjuang keras untuk membalikkan keadaan setelah tertinggal dua gol. Gol-gol dari Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez memastikan tiket Argentina ke perempat final. Namun, pelatih Mesir, Hossam Hassan, mengklaim keputusan wasit yang merugikan timnya menimbulkan kecurigaan adanya keberpihakan.

Baca juga:

Hassan menyoroti tiga momen krusial yang menjadi sorotan: dibatalkannya gol kedua Mesir oleh Mostafa Zico, serta dua insiden di mana Ahmed Fathy dan Mohamed Salah jatuh di kotak penalti tetapi tidak mendapatkan penalti. FIFA melalui Kepala Perwasitan, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa semua keputusan wasit sudah tepat dan tidak ada konspirasi yang menguntungkan Argentina.

Collina menambahkan, “Kami senang dengan keputusan wasit dalam pertandingan ini. Memang normal jika dalam banyak pertandingan ada keputusan yang tidak memuaskan. Kami selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di setiap pertandingan.” Ia juga menolak keras tuduhan dari Hossam Hassan bahwa FIFA telah mengatur pertandingan untuk memberikan keuntungan bagi Argentina.

Dalam konteks ini, tuduhan bahwa Argentina, dan secara khusus Lionel Messi, mendapatkan perlakuan istimewa di Piala Dunia 2026 semakin menguat. Hal ini diperparah dengan fakta bahwa Argentina adalah juara bertahan dan banyak yang merasa mereka masih mendapat dukungan dari FIFA untuk mempertahankan gelar tersebut.

Baca juga:

Profesor Olahraga, Simon Chadwick, mengemukakan bahwa kepercayaan publik terhadap FIFA mulai menurun, terutama setelah kontroversi penangguhan kartu merah striker Amerika Serikat, Folarin Balogun. “Setelah insiden ini, banyak yang meragukan legitimasi keputusan wasit di Piala Dunia dan apakah semua orang dapat mempercayai integritas ofisial pertandingan,” ujarnya.

Menanggapi situasi ini, FIFA menekankan bahwa semua keputusan di setiap laga didasari oleh prinsip integritas. Collina menyatakan, “Tuduhan tak berdasar tidak akan diterima dalam sepak bola. Tidak ada satu pun orang yang dapat mempertanyakan integritas ofisial pertandingan Piala Dunia.”

Di tengah ketegangan ini, banyak pengamat sepak bola yang mulai mempertanyakan apakah FIFA akan mampu mempertahankan kepercayaan dari semua pihak terkait, terutama setelah tuduhan konspirasi ini. Apakah Argentina dan Messi benar-benar diistimewakan ataukah ini hanya kebetulan? Hanya waktu yang akan menjawab.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.