Sorot Jogja – Piala Dunia 2026 menyajikan kejutan yang mengejutkan ketika Brasil, tim unggulan, harus mengakui keunggulan Norwegia dengan skor 1-2 di babak 16 besar. Salah satu momen kunci dalam pertandingan ini adalah kegagalan Bruno Guimarães, yang menjadi pemain Brasil pertama yang gagal mengeksekusi penalti di Piala Dunia sejak Zico pada tahun 1986. Éderson, yang masuk menggantikan Guimarães di menit ke-79, tidak dapat berbuat banyak untuk menyelamatkan timnya dari kekalahan.
Di Stadion New York/New Jersey, pertandingan dimulai dengan Brasil yang memiliki peluang mencetak gol lebih awal. Namun, Norwegia menunjukkan ketangguhan dengan bermain defensif dan menunggu kesempatan untuk menyerang. Gol pertama Norwegia dicetak oleh Erling Haaland di menit ke-79 dan diikuti dengan gol keduanya di menit ke-90, yang membuat Brasil terjepit.
Brasil, yang dikenal dengan gaya permainan menyerangnya, hanya mampu menguasai bola sebesar 35% di babak pertama. Ini merupakan catatan terendah bagi Seleção di ajang Piala Dunia sejak data mulai dikumpulkan pada 1966. Tim asuhan Carlo Ancelotti tampak kurang mampu beradaptasi dengan tekanan permainan yang diberikan Norwegia.
Haaland, yang menjadi bintang pada pertandingan tersebut, mencetak dua gol dan menjadi pemain ke-13 dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak gol di empat pertandingan pertamanya. Penampilannya yang luar biasa ini mengingatkan pada legenda sepak bola, Gerd Müller, yang terakhir kali mencetak lebih dari tujuh gol dalam empat pertandingan pertama Piala Dunia pada tahun 1970.
Setelah melewatkan penalti, Brasil berjuang untuk mendapatkan kembali momentum, namun Norwegia tetap tampil solid. Éderson, meskipun tidak terlibat langsung dalam gol yang tercipta, menunjukkan performa yang cukup baik dalam menjaga gawangnya dari serangan-serangan berbahaya. Namun, ketidakmampuan tim untuk mencetak gol lebih banyak menjadi faktor utama kekalahan Brasil.
Seiring berjalannya pertandingan, perubahan taktik Ancelotti dengan memasukkan Éderson dan beberapa pemain baru tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Penyerang seperti Vinícius Júnior dan Neymar tidak mampu memberikan dampak signifikan, sementara Haaland terus menambah tekanan.
Dalam pertandingan ini, Neymar sempat mencetak gol dari titik penalti di menit terakhir, tetapi tidak cukup untuk membalikkan keadaan. Kegagalan Brasil untuk melaju lebih jauh di Piala Dunia kali ini menjadi sorotan, terutama mengingat sejarahnya sebagai lima kali juara dunia.
Dengan hasil ini, Brasil harus merenungkan kembali strategi dan persiapan mereka untuk turnamen besar berikutnya. Éderson dan rekan-rekannya kini harus menghadapi tantangan baru dan berusaha untuk bangkit dari kekalahan ini.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
