Sorot Jogja – Inggris gelontorkan Rp190 triliun untuk jet tempur generasi keenam, kejar Amerika dan China. Beijing diperkirakan memiliki lebih dari 500 jet tempur siluman J-20, yang membuat Amerika Serikat dan sekutunya khawatir. China tidak hanya mengejar Amerika Serikat dalam perlombaan jet tempur siluman, tetapi juga membangun armada J-20 dalam jumlah yang bisa mengubah cara Washington, Tokyo, Taipei, dan NATO membaca keseimbangan militer di Indo-Pasifik.
Menurut analis MigFlug, Joseph Duncan, China tidak hanya membangun jet siluman, tetapi juga membangunnya lebih cepat daripada negara mana pun membangun pesawat tempur modern dalam beberapa dekade. Keunggulan teknologi per unit pesawat tidak lagi cukup bila lawan mampu memproduksi jet tempur siluman dalam skala besar.
Dalam perang modern, jumlah bukan sekadar angka. Jumlah menentukan seberapa lama sebuah negara mampu mempertahankan tekanan, mengganti kerugian, dan menggelar operasi udara secara berlapis. Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China atau PLAAF diperkirakan telah mengoperasikan lebih dari 500 jet tempur siluman generasi kelima J-20.
Arti 500 J-20 bukan semata China memiliki banyak pesawat. Lebih dari itu, Beijing mulai memiliki kapasitas untuk mempertahankan tekanan udara dalam konflik panjang. Dalam skenario perang di Indo-Pasifik, pesawat tidak hanya dihitung dari kemampuan siluman, radar, rudal, dan avionik. Pesawat juga dihitung dari kesiapan operasional, rotasi, perawatan, dan kemampuan menghasilkan sorti secara berkelanjutan.
Kekhawatiran itu pernah muncul dalam pengakuan terbuka pejabat militer AS. Jenderal Kenneth Wilsbach, saat menjabat Komandan Pacific Air Forces, mengatakan bahwa F-35 AS pernah berada cukup dekat dengan J-20 China di Laut China Timur. Ia juga mengatakan masih terlalu dini untuk memastikan apakah China akan menjadikan J-20 sebagai pesawat multiperan seperti F-35 atau lebih sebagai pesawat superioritas udara seperti F-22.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
