Sorot JogjaDisdik Kota Semarang optimistis seluruh anak tertampung di sekolah. Dalam upaya untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak, Dinas Pendidikan Kota Semarang menegaskan pentingnya peran sekolah swasta dalam sistem pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, menyoroti bahwa sekolah swasta, baik yang berbayar maupun gratis, memiliki andil penting dalam menampung lulusan SD yang tidak bisa melanjutkan ke SMP negeri. Dalam hal ini, keberadaan sekolah swasta tidak hanya memberikan pilihan alternatif, tetapi juga diakui oleh masyarakat sebagai bagian integral dari sistem pendidikan yang ada.

Baca juga:

“Sekolah-sekolah swasta mitra Pemerintah Kota Semarang mendapatkan ruang tersendiri di hati masyarakat. Orang tua masih memiliki pilihan untuk mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah swasta berbayar,” ujarnya dalam konferensi pers pada Selasa (23/6/2026).

Tahun ini, jumlah lulusan SD di Kota Semarang mencapai 21.027 siswa, sementara kapasitas yang tersedia di SMP negeri dan SMP swasta gratis melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) hanya mencapai 15.365 kursi. Meskipun terdapat kekurangan, Ahsan meyakini bahwa sekolah swasta berbayar akan dapat menampung siswa yang tidak mendapatkan tempat di sekolah negeri.

Di samping itu, Disdik Kota Semarang juga membuka pendaftaran lanjutan untuk jenjang SD Negeri yang kuotanya belum terpenuhi. Kebijakan ini merupakan bagian dari program Semarang Cerdas yang bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas kepada anak-anak usia sekolah di kota tersebut.

Ahsan menjelaskan, pendaftaran lanjutan ini dapat dilakukan secara langsung di sekolah yang masih memiliki kursi kosong. Proses administrasi pun akan dibantu secara daring oleh pihak sekolah agar masyarakat lebih mudah dalam mengakses layanan pendaftaran.

Baca juga:

“Orang tua dapat datang langsung ke sekolah yang dituju, dan di sana mereka akan dilayani. Proses pendaftaran juga akan dilakukan secara online oleh sekolah,” tambahnya.

Kesempatan ini juga terbuka untuk warga pendatang yang baru saja berdomisili di Kota Semarang, dengan syarat mereka harus memiliki surat keterangan domisili yang dikeluarkan oleh RT dan RW setempat.

Pada tahap lanjutan pendaftaran ini, jalur yang paling banyak digunakan adalah jalur domisili, sementara jalur afirmasi dan mutasi di jenjang SD sudah hampir sepenuhnya terisi. Disdik Kota Semarang optimistis bahwa kombinasi antara sekolah negeri, sekolah swasta gratis, dan sekolah swasta berbayar akan mampu memberikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak usia sekolah di Kota Semarang.

Dengan demikian, Disdik Kota Semarang optimistis seluruh anak tertampung di sekolah, dan semua upaya ini diharapkan dapat menciptakan generasi yang lebih berkualitas di masa depan.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.