Sorot Jogja – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan keprihatinan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan salah satu ide besar Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pelaksanaan program ini mengalami berbagai kendala karena kurangnya perencanaan yang matang sebelum diimplementasikan.

Luhut menjelaskan bahwa masalah yang muncul dalam pelaksanaan MBG bukan hanya tanggung jawab pelaksana di lapangan, tetapi merupakan kesalahan kolektif pemerintah. “Masalah kita adalah ide-ide besar presiden tidak kita siapkan perencanaannya yang matang,” katanya. Dia menegaskan bahwa untuk menjalankan program dengan baik, perlu ada desain implementasi yang komprehensif.

Baca juga:

Dalam evaluasi yang dilakukan, Luhut mencatat bahwa banyak waktu dan energi yang terbuang untuk menyelesaikan persoalan yang seharusnya dapat diantisipasi sejak awal. Ia menyarankan agar program MBG dimulai dari wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) untuk memetakan tantangan yang ada. “Ternyata banyak yang tidak benar di daerah 3T yang selama ini dilaporkan, padahal uangnya sudah keluar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Luhut menekankan bahwa pelaksanaan MBG, meskipun sudah mulai menunjukkan perbaikan, perlu terus disempurnakan. Ia optimis bahwa dalam setahun ke depan, program ini akan semakin optimal. “Saya kira sekarang sudah bagus, tinggal dipoles di sana-sini. Dalam satu tahun ke depan hasilnya akan terlihat lebih baik,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan berakhir sekitar 2038 hingga 2040. Jika momentum tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, Indonesia berisiko terjebak dalam jebakan negara berpendapatan menengah. “Kalau itu terjadi, siapa pun presidennya nanti akan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat,” tambahnya.

Baca juga:

Dalam pertemuan dengan tim Badan Gizi Nasional (BGN), Luhut memberikan berbagai masukan berdasarkan hasil survei dan evaluasi yang telah dilakukan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara DEN dan BGN dalam memperbaiki pelaksanaan program ini agar dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, Luhut menilai bahwa ide besar Presiden Prabowo Subianto harus didukung oleh perencanaan yang matang agar dapat terlaksana dengan baik. “Itu kesalahan kita semua,” tuturnya, mengajak seluruh pihak untuk melakukan perbaikan dalam pelaksanaan MBG.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: