Sorot Jogja – Persoalan rumah terkuak, Nanda Persada singgung attitude Sarwendah di tengah konfliknya dengan Ruben. Dalam sebuah wawancara, mantan manajer Sarwendah, Nanda Persada, meminta keduanya untuk menurunkan ego dan fokus pada masalah hak asuh anak mereka. Permasalahan ini terus berkembang, terutama setelah keduanya saling mengungkap rekaman pertengkaran yang terjadi di masa lalu, yang dianggap berpotensi merugikan anak-anak mereka.

Dalam konferensi pers, Nanda menegaskan bahwa apa pun yang terjadi di antara Ruben Onsu dan Sarwendah seharusnya tidak menjadi konsumsi publik. Dia mengingatkan bahwa jejak digital yang ditinggalkan dari konflik ini dapat berdampak jangka panjang pada psikologi anak-anak mereka. “Kita pikirin dampak yang paling baik buat anak seperti apa. Kalau memang substansinya tentang perebutan hak asuh anak, ya konsentrasi di situ saja,” ungkap Nanda.

Baca juga:

Ketegangan antara Ruben dan Sarwendah semakin meningkat setelah keduanya mengungkap rekaman CCTV yang menunjukkan pertengkaran mereka. Rekaman tersebut mengungkapkan versi berbeda dari masing-masing pihak tentang konflik yang terjadi saat mereka masih bersama. “Sama-sama tidak bijak menurut aku ya, yang pertama untuk apa sih ditayangkan kaya gitu,” kata Nanda, menyayangkan keputusan mereka untuk membawa konflik ke ruang publik.

Dalam konteks ini, Nanda menilai bahwa tindakan saling buka aib justru memperpanjang konflik dan dapat memberikan dampak buruk bagi anak-anak. “Apa pun itu alasannya, soal penyebab dari perceraian Ruben dan Sarwendah, itu kan sudah lewat, mereka sudah bercerai dan kini harus fokus pada kepentingan anak,” tambahnya.

Selain itu, konflik ini juga semakin melebar ke isu-isu yang lebih sensitif, termasuk dugaan perselingkuhan yang melibatkan Ruben Onsu. Meskipun tuduhan tersebut telah dibantah melalui dokumen medis oleh pengacara Ruben, situasi ini tetap menciptakan ketegangan lebih jauh antara kedua belah pihak. Nanda menegaskan bahwa substansi masalah sudah jauh bergeser dari persoalan hak asuh anak menjadi isu yang tidak relevan lagi.

Baca juga:

Dalam pandangannya, Nanda berpendapat bahwa sebaiknya Ruben dan Sarwendah lebih bijak dalam menghadapi situasi ini dan tidak memperpanjang masalah yang bisa berakibat buruk bagi anak-anak mereka. “Jejak digital akan selalu dapat diakses dan berpotensi memengaruhi psikologis anak-anak mereka di masa mendatang. Sebenarnya bukan saat yang tepat untuk membongkar-bongkar masa lalu terkait penyebab dari perceraian,” jelasnya.

Melihat situasi yang semakin memanas ini, Nanda Persada berharap agar keduanya dapat segera menyelesaikan permasalahan dengan cara yang lebih dewasa demi kebaikan anak-anak mereka. Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga privasi dan tidak membagikan masalah rumah tangga ke publik secara berlebihan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: