Sorot Jogja – Dalam langkah berani untuk memperluas kariernya, Abidzar Al Ghifari, aktor muda yang dikenal sebagai putra almarhum Ustaz Jeffri Al Buchori, kini terjun ke dunia sinetron dengan proyek terbaru berjudul Lautan Cinta. Main sinetron bareng aktor dan aktris sahabat Umi Pipik, Abidzar Al Ghifari jadikan mentor, membawa pengalaman berharga bagi dirinya dalam proses belajar akting.

Sinetron Lautan Cinta tayang perdana di SCTV dan menampilkan Abidzar sebagai karakter Satria, seorang pria romantis yang rela berkorban demi cinta. Abidzar mengungkapkan bahwa keputusan untuk menjajal sinetron ini merupakan langkah untuk menyegarkan kembali kemampuan aktingnya setelah sebelumnya lebih banyak berkecimpung di film layar lebar dan serial web.

Baca juga:

“Setelah sekian lama belajar, kayaknya butuh waktu untuk improve lagi. Ya intinya start from zero lagi,” ujar Abidzar dalam wawancara virtual baru-baru ini.

Kemunculan Abidzar di sinetron ini tidak hanya menarik perhatian penonton karena aktingnya yang mengesankan, tetapi juga karena chemistry-nya yang kuat dengan lawan mainnya, Ratu Rafa. Keduanya berperan sebagai pasangan utama, Satria dan Jingga, yang memiliki hubungan rumit namun sangat menarik untuk disaksikan. Keduanya sering membagikan momen kebersamaan mereka di media sosial, semakin memperkuat daya tarik mereka di mata publik.

Abidzar juga merasa sangat beruntung dapat bekerja dengan aktor dan aktris senior yang merupakan teman dekat ibunya, Umi Pipik. Ia mengaku banyak belajar dari para pemain senior seperti Teddy Syah, Surya, dan Elma Theana. “Kebetulan banyakan dari pemain senior di atas kita itu rata-rata teman nyokap, jadinya kayak udah beberapa kali ketemu gitu,” jelasnya.

Dalam proses syuting, Abidzar merasa terinspirasi oleh kedisiplinan dan profesionalisme para senior. Ia menilai bahwa hal ini sangat penting untuk ditiru oleh para aktor muda. “Apa yang bisa diambil banget menurutku keprofesionalitasannya mereka sih. Kayak datang sebelum on time,” tambahnya.

Abidzar juga menjelaskan bahwa membangun chemistry dengan pemain muda lainnya seperti Cinta Brian dan Ratu Rafa berjalan dengan alami. “Chemistry kita tuh udah ada dari lahir. Paling spend time bareng sih, ngobrol-ngobrol, saling bertukar pikiran. Karena sebenarnya cukup dengan menghabiskan waktu bareng-bareng aja,” ungkapnya.

Proses syuting sinetron harian Lautan Cinta memang berbeda dari film, yang memerlukan kecepatan dan efisiensi. Abidzar harus beradaptasi dengan ritme produksi yang lebih menguras tenaga. Ia bahkan harus dibungkus plastik wrap saat syuting adegan hujan agar tidak kedinginan. Meski tantangan ini cukup berat, Abidzar melihatnya sebagai ajang pembelajaran dan pengalaman baru.

Dengan dukungan dari rekan-rekan di lokasi syuting dan pengalaman berharga yang didapat dari para senior, Abidzar Al Ghifari semakin mantap melangkah ke dunia sinetron. Ia berharap, melalui sinetron Lautan Cinta, dirinya dapat menunjukkan kemampuan akting yang lebih baik dan mendapatkan tempat di hati para penonton.

Melalui proyek ini, Abidzar tidak hanya berhasil keluar dari zona nyaman, tetapi juga menjadikan pengalaman ini sebagai langkah awal untuk karier yang lebih cemerlang di dunia hiburan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.