Sorot Jogja – Jakarta – Dalam upaya meningkatkan kualitas aparatur sipil negara (ASN), pemerintah Indonesia membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jalur sekolah kedinasan tahun 2026. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, mengumumkan bahwa akan tersedia sebanyak 4.770 formasi dari sembilan instansi pemerintah.

Formasi tersebut terdiri dari beberapa instansi, antara lain:

Baca juga:
  • Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN): 1.410 formasi
  • Politeknik Keuangan Negara STAN: 1.000 formasi
  • Kementerian Perhubungan: 891 formasi dari 22 sekolah kedinasan
  • Politeknik Statistika STIS BPS: 564 formasi
  • Kementerian Hukum dan HAM: 250 formasi
  • Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan: 375 formasi
  • Politeknik Siber dan Sandi Negara BSSN: 50 formasi
  • STMKG BMKG: 130 formasi
  • Badan Intelijen Negara (BIN): 100 formasi

Peningkatan jumlah formasi ini signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya menyediakan 3.257 kuota. Rini Widyantini menekankan bahwa seleksi ini bukan hanya sekadar peluang untuk menjadi ASN, tetapi juga merupakan proses untuk membentuk individu yang kompeten, berintegritas, dan disiplin. “Kami mendorong para calon pelamar untuk mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengikuti seleksi,” ungkapnya.

Pengumuman resmi mengenai pembukaan seleksi dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, dan pendaftaran akan dilakukan melalui portal resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) di laman sscasn.bkn.go.id. Proses seleksi akan menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT), yang bertujuan untuk menjamin objektivitas dan mencegah praktik kecurangan.

Rini juga mengingatkan calon peserta untuk tidak mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. “Hasil akhir seleksi ditentukan oleh kemampuan masing-masing peserta, jadi pastikan untuk mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin,” tegasnya. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dijadwalkan akan dilaksanakan pada September 2026, dengan tiga materi utama yang harus diujikan: Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Baca juga:

Dengan adanya peluang yang lebih besar dalam penerimaan CPNS tahun ini, diharapkan para pelamar dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Rini Widyantini menekankan pentingnya dukungan dari orang tua dan masyarakat untuk memotivasi generasi muda agar berpartisipasi dalam seleksi ini.

Dalam rangka membangun birokrasi yang lebih baik di Indonesia, pemerintah berkomitmen untuk menyediakan formasi yang tidak hanya mencukupi kebutuhan, tetapi juga menghadirkan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan demikian, dapat diharapkan bahwa ASN yang terpilih nantinya akan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan bangsa.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: