Sorot Jogja – Harga BBM Pertamina Dex mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir, yang berdampak pada pengendara di seluruh Indonesia. Kenaikan ini sejalan dengan penyesuaian harga yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) pada awal Maret 2026. Harga Pertamina Dex kini berada di level Rp14.500 per liter, meningkat dari sebelumnya Rp13.500 per liter. Penyesuaian harga ini turut memengaruhi jenis BBM lainnya, termasuk Pertamax dan Pertamax Turbo.
Sejak penyesuaian harga yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2026, harga Pertamax tercatat turun dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter. Namun, meskipun harga bensin mengalami penurunan, harga BBM diesel seperti Dexlite dan Pertamina Dex tetap stabil. Hal ini menunjukkan bahwa harga BBM Pertamina Dex tetap menjadi perhatian utama bagi pengguna kendaraan diesel.
Menanggapi perubahan ini, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Hari Budianto menyatakan bahwa industri sepeda motor sedang mempersiapkan teknologi mesin yang dapat menggunakan bahan bakar dengan campuran etanol yang lebih tinggi. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kendaraan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Teknologi yang sedang dikembangkan adalah flexi engine, yang memungkinkan mesin motor beradaptasi dengan bahan bakar E20, yang memiliki kadar etanol 20 persen.
Menurut data terbaru, penyesuaian harga BBM ini juga dipengaruhi oleh harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. VP Corporate Communication Pertamina, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional dan daya beli masyarakat.
Sementara itu, di beberapa daerah, seperti Solo dan Wonogiri, masyarakat masih memilih untuk menggunakan Pertalite, yang hingga kini tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter. Banyak pengendara yang mengaku lebih memilih Pertalite meskipun harga Pertamina Dex dan produk BBM lainnya mengalami penyesuaian. Beberapa warga menyatakan bahwa mereka hanya menggunakan Pertamax saat situasi mendesak.
Perubahan harga ini tentunya memberikan dampak langsung terhadap pengeluaran harian masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada kendaraan bermotor. Dengan harga Pertamina Dex yang terus meningkat, para pengguna kendaraan diesel harus lebih bijak dalam mengelola anggaran mereka.
Ke depan, AISI menargetkan agar penggunaan E20 dapat diterapkan secara luas pada tahun 2030, dengan harapan dapat memberikan alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan bagi pengguna kendaraan. Ini menjadi langkah penting dalam transisi menuju penggunaan energi terbarukan di sektor transportasi.
Dengan adanya teknologi baru dan penyesuaian harga BBM, diharapkan masyarakat dapat beradaptasi dengan baik dan tetap mendapatkan akses terhadap bahan bakar dengan harga yang terjangkau.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
