Sorot Jogja – Dalam perdagangan pekan ini yang berlangsung dari 27 hingga 31 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 0,64 persen, mencapai level 6.236,126. Kenaikan ini turut mendorong kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) naik sebesar Rp53 triliun menjadi Rp10.923 triliun. Dalam konteks ini, artikel ini akan membahas daftar saham tercuan dan terboncos sepekan: ada BACH hingga MPRO [titlebase].
PT Bach Multi Global Tbk (BACH) mencatatkan kenaikan tertinggi dalam pekan ini, dengan lonjakan harga saham sebesar 67,62 persen, yang membuat harga per sahamnya mencapai Rp880. Kenaikan ini menjadikan BACH sebagai salah satu saham yang paling menarik perhatian investor. Selain BACH, terdapat juga beberapa saham lain yang mencatatkan penguatan signifikan, seperti:
- DWGL, naik 60,87 persen
- ZONE, naik 51,49 persen
Di sisi lain, terdapat saham yang mengalami penurunan tajam atau dikenal sebagai top losers. Salah satu yang paling mencolok adalah PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO), yang melemah hingga 23,74 persen menjadi Rp11.000 per saham. Penurunan ini diikuti oleh:
- ELPI, turun 20,88 persen
- BLUE, turun 17,06 persen
Rata-rata nilai transaksi harian untuk pekan ini mengalami penurunan sebesar 21,86 persen, menjadi Rp15,44 triliun, dari Rp19,76 triliun pada pekan sebelumnya. Volume transaksi harian juga menyusut 31,23 persen menjadi 30,04 miliar saham, dan frekuensi transaksi harian turun 31,88 persen menjadi 1,82 juta kali. Meskipun terjadi penurunan dalam aktivitas perdagangan, investor asing mencatatkan aksi beli sebesar Rp7,1 triliun, berbanding terbalik dengan pekan lalu yang mencatatkan penjualan sebesar Rp3,37 triliun.
Di tengah penguatan IHSG, lima sektor saham mengalami penurunan. Sektor energi mencatatkan penurunan sebesar 1,02 persen, diikuti oleh sektor industri yang merosot 0,32 persen. Sektor properti dan real estate mengalami penurunan yang lebih signifikan, yakni 3,49 persen. Sektor infrastruktur juga mencatatkan penurunan sebesar 1,74 persen, sedangkan sektor transportasi dan logistik melemah 0,57 persen. Namun, beberapa sektor lain menunjukkan kinerja yang positif, seperti sektor basic materials yang meningkat 2,71 persen dan sektor consumer non-siklikal yang naik 2,33 persen.
Dengan perkembangan ini, daftar saham tercuan dan terboncos sepekan: ada BACH hingga MPRO [titlebase] memberikan gambaran jelas tentang dinamika pasar saham di Indonesia. Investor disarankan untuk memantau perkembangan selanjutnya dan mempertimbangkan risiko yang ada sebelum mengambil keputusan investasi. Kenaikan dan penurunan saham di pasar modal merupakan hal yang wajar dan bisa menjadi peluang bagi investor yang cermat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
