Sorot Jogja – Sana’a – Kelompok Houthi Yaman klaim serang kilang minyak Aramco Arab Saudi, pelabuhan di Laut Merah juga jadi target, dalam sebuah serangan terbaru yang dilancarkan pada Jumat (14/8/2026). Serangan ini ditujukan kepada fasilitas milik perusahaan minyak negara Saudi, Aramco, yang terletak di wilayah Najran, Arab Saudi bagian selatan. Dalam laporan yang disampaikan oleh kantor berita Saba, yang dikelola oleh Houthi, sumber militer mengonfirmasi bahwa sebuah drone berhasil meluncur dan menghantam target yang dituju.

Serangan ini, menurut pihak Houthi, merupakan respons terhadap serangan pesawat tempur Arab Saudi yang beroperasi di wilayah udara Provinsi Saada, lokasi yang menjadi basis Houthi. Houthi menegaskan bahwa tindakan ini adalah upaya untuk mempertahankan kedaulatan Yaman yang mereka klaim telah dilanggar oleh Saudi.

Baca juga:

Belum ada tanggapan resmi dari pihak Saudi terkait klaim serangan ini, dan informasi mengenai korban atau kerusakan akibat serangan tersebut juga belum terungkap. Namun, situasi di Yaman semakin memanas dengan meningkatnya ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi. Pada 20 Juli lalu, Houthi telah mengumumkan larangan pelayaran bagi kapal-kapal Arab Saudi, menuduh adanya blokade terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai mereka, sebuah klaim yang dibantah oleh Riyadh.

Sejak tahun 2014, Yaman terjebak dalam konflik berkepanjangan setelah Houthi merebut Sanaa dan sebagian besar wilayah utara Yaman, yang memicu intervensi militer oleh koalisi pimpinan Arab Saudi. Gencatan senjata yang dimediasi oleh PBB yang berlaku pada April 2022 berakhir enam bulan kemudian tanpa perpanjangan resmi, meskipun ada gencatan senjata de facto yang masih bertahan hingga kini.

Di tengah ketegangan ini, serangan Houthi tidak hanya terbatas pada fasilitas energi. Sebelumnya, pada 11 Agustus, sebuah kapal kargo MV Tihamah yang berlayar di Selat Bab al-Mandeb diserang oleh Houthi, mengakibatkan tewasnya seorang warga negara Indonesia (WNI) dan beberapa kru lainnya. Houthi menuduh kapal tersebut membawa senjata dari Arab Saudi, namun klaim ini belum mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait.

Baca juga:

Serangan-serangan Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah dan fasilitas energi di Arab Saudi menunjukkan peningkatan agresivitas kelompok ini, yang dipicu oleh ketegangan yang semakin meningkat di kawasan akibat konflik yang lebih luas antara Iran dan Amerika Serikat. Houthi juga telah meluncurkan serangkaian serangan terhadap kapal tanker dan bandara Arab Saudi, menandakan bahwa ancaman terhadap infrastruktur Arab Saudi akan terus berlanjut.

Dalam beberapa minggu terakhir, Houthi Yaman klaim serang kilang minyak Aramco Arab Saudi, pelabuhan di Laut Merah juga jadi target, menunjukkan bahwa konflik ini bukan hanya masalah lokal, tetapi juga memiliki implikasi regional yang lebih luas. Dengan kondisi yang semakin memanas ini, masa depan perdamaian di Yaman tampaknya semakin jauh dari harapan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: