Sorot JogjaKebakaran yang terjadi di kawasan gunung Bromo kebakaran telah mencapai titik Bukit Kedasih dan Puncak Seruni Point, yang mengakibatkan penutupan total dua destinasi wisata populer di Probolinggo. Kebakaran ini mulai terjadi di Bukit Dengklik, Tosari, dan terus meluas ke Bukit Kedasih, Kecamatan Sukapura. Dalam upaya melindungi keselamatan pengunjung, pengelola Bromo Sky Bridge mengambil langkah tegas dengan menutup akses ke jembatan kaca tersebut.

Manager Bromo Sky Bridge, Bambang Heriwahjudi, menjelaskan bahwa meskipun posisi api masih berada dalam jarak yang aman, kepulan asap tebal telah mengganggu kenyamanan kawasan wisata. “Keputusan penutupan diambil setelah kami memantau perkembangan kebakaran yang makin mendekati kawasan wisata,” ujarnya.

Baca juga:

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga telah menutup Puncak Seruni Point akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum padam. Sekretaris Daerah Probolinggo, Ugas Irwanto, menyatakan bahwa penutupan berlangsung sejak Rabu (12/8) pukul 20.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan. Posisi lidah api yang sudah dekat dengan lokasi wisata ini membuat keputusan ini menjadi sangat penting demi keselamatan masyarakat dan wisatawan.

Heri Mulyadi, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, menekankan bahwa Puncak Seruni Point merupakan lokasi yang ramai dikunjungi, terutama untuk melihat matahari terbit. Dengan penutupan ini, diharapkan keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama.

Saat ini, pengunjung masih diperbolehkan menikmati pemandangan dari area luar Bromo Sky Bridge, meskipun akses ke jembatan kaca ditutup sementara. Kafe di area tersebut tetap buka untuk melayani wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan meski tidak bisa melintas di jembatan.

Baca juga:

Kebakaran hutan di kawasan gunung Bromo kebakaran ini juga telah menarik perhatian Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang turun langsung untuk memeriksa lokasi kebakaran di Bukit Kingkong. Langkah cepat ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran yang terus meluas hingga mengancam keselamatan masyarakat dan lingkungan.

Dalam situasi ini, Pemkab Probolinggo juga meminta kerjasama semua pihak untuk membantu menyebarkan informasi tentang penutupan kawasan wisata demi keselamatan bersama. Pengunjung diimbau untuk mematuhi rambu-rambu larangan dan tidak mencoba masuk ke kawasan yang terancam kebakaran.

Dengan semakin meluasnya kebakaran yang terjadi, upaya pemadaman yang dilakukan oleh petugas masih terus berlangsung. Namun, medan terjal dan kondisi cuaca yang tidak mendukung menjadi tantangan besar dalam penanganan kebakaran ini. Diharapkan dengan kerjasama semua pihak, kawasan gunung Bromo kebakaran ini dapat segera ditangani dan keselamatan masyarakat terjaga.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.