Sorot Jogja – Jakarta, KOMPAS.com – Sudirman Said, sosok yang dikenal luas sebagai Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal, kini tengah menjadi sorotan publik seiring dengan berbagai peristiwa yang mengelilinginya. Pada kesempatan dies natalis pertama UHN, Sudirman Said memaparkan visi universitas yang adaptif dan terbuka untuk kolaborasi global. Melalui transformasi kelembagaan yang berhasil menyatukan dua institusi pendidikan, Sudirman berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Dalam acara yang berlangsung di Sport Center kampus pada 31 Juli lalu, Sudirman Said menekankan pentingnya pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. UHN, yang baru berusia satu tahun, telah meraih akreditasi B untuk seluruh program studinya, termasuk Program Studi D3 Akuntansi yang mendapatkan predikat Unggul. “Momentum ini adalah refleksi keberanian kolektif dalam melakukan transformasi kelembagaan,” ujar Sudirman.
Sementara itu, di tengah kesuksesan pendidikan, Sudirman Said juga menghadapi tantangan besar. Beberapa waktu lalu, Sudirman terjerat dalam kasus dugaan korupsi yang menyebabkan dia dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (AMGM). Sebagai langkah lanjutan, Aini Kurniati ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PT AMGM untuk memastikan roda administrasi perusahaan tetap berjalan dengan baik. Penunjukan ini dilakukan oleh Wakil Bupati Lombok Barat dan Wali Kota Mataram setelah Sudirman Said dinyatakan sebagai tersangka.
Dalam pernyataannya, Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga kelangsungan pelayanan kepada pelanggan dan memastikan pegawai PT AMGM tidak terganggu dalam hal gaji dan administrasi. “Kami ingin memastikan bahwa meskipun situasi ini terjadi, pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” ungkap Adha.
Sementara itu, di Jakarta, warga Jakarta juga memiliki kesempatan untuk menikmati suasana bebas kendaraan bermotor pada akhir pekan melalui acara Car Free Day (CFD) yang kembali digelar di dua lokasi, termasuk di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said. Kegiatan ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan bersosialisasi di tengah hiruk-pikuk kota. CFD di Sudirman-Thamrin tetap menjadi favorit, dengan berbagai aktivitas yang melibatkan komunitas lokal.
Dengan dua sisi yang kontras, Sudirman Said mencerminkan dinamika kehidupan yang tidak terpisahkan dari tantangan dan pencapaian. Di satu sisi, dia berperan dalam memajukan pendidikan Indonesia, sementara di sisi lain, dia harus menghadapi konsekuensi dari tindakan yang mungkin merugikan integritasnya. Dalam perjalanan ini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa setiap individu, terlepas dari prestasi yang dimiliki, tidak lepas dari kemungkinan menghadapi tantangan yang berat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
