Sorot Jogja – Dalam pernyataan resmi terbaru, Kodam Cenderawasih pastikan pelaku penembakan 4 pekerja proyek di Tolikara adalah OPM. Penembakan ini terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat para pekerja dari PT Sutan Harauli Jaya sedang beristirahat di kamp mereka di Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara. Insiden ini telah mengakibatkan lima pekerja tewas dan lima lainnya selamat setelah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan TNI.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto, mengidentifikasi bahwa kelompok yang bertanggung jawab atas serangan ini dipimpin oleh Botak Wanimbo, seorang pemimpin OPM. Menurut Lucky, dua kelompok OPM muncul secara tiba-tiba dan melancarkan serangan dengan senapan serbu otomatis jenis SS1.
“Tiga orang tewas di tempat, dan dua lainnya meninggal setelahnya. Kami menemukan identitas korban, di antaranya Barengga, Alfods, Arman Sibarani, dan Erlin Aritonang,” ungkap Lucky. Para korban berasal dari berbagai latar belakang, termasuk suku Papua dan Sumatra Utara.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim TNI yang melibatkan 20 personel dari Satgas TNI Habema. Lucky menjelaskan bahwa tim sempat melihat dan mengejar dua anggota OPM yang melarikan diri ke dalam rimba, meninggalkan satu senapan SS1 saat melarikan diri. Selama proses pengejaran, terdengar tembakan dari arah pelaku.
Sementara itu, Satgas Operasi Damai Cartenz juga melakukan penyelidikan intensif terkait insiden tersebut. Kombes Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, menuturkan bahwa pihaknya masih mengumpulkan informasi dan barang bukti untuk mengidentifikasi pelaku dan memahami motif di balik penyerangan ini.
“Kami tidak akan mendahului proses penyidikan yang masih berjalan,” kata Yusuf. Penyerangan ini menunjukkan kembali betapa rentannya situasi keamanan di wilayah Papua, di mana kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) sering terjadi dan menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil yang tidak bersalah.
Pemerintah dan pihak berwenang berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk kekerasan dan terorisme, serta mendorong anggota OPM yang terlibat untuk menyerahkan diri. TNI memastikan bahwa tindakan mereka akan sesuai dengan hukum dan hak asasi manusia, sambil tetap berupaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
Dengan semakin meningkatnya intensitas serangan yang dilakukan oleh KKB di Papua, Kodam Cenderawasih pastikan pelaku penembakan 4 pekerja proyek di Tolikara adalah OPM, sebuah langkah penting dalam upaya menegakkan hukum dan melindungi masyarakat.
Dalam konteks yang lebih luas, insiden ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menstabilkan daerah-daerah yang terpengaruh oleh konflik. Pelibatan masyarakat lokal dan penyelesaian yang berbasis dialog diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk meredakan ketegangan yang ada.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
