Sorot Jogja – Kumamoto, Jepang, tengah berjuang untuk bangkit setelah diguncang oleh gempa bumi hebat dengan kekuatan 7,1 pada skala Richter. Gempa tersebut terjadi pada Selasa, 28 Juli 2026, dan telah merenggut nyawa setidaknya 36 orang, dengan banyak yang masih terjebak di puing-puing bangunan. Di antara mereka yang terkena dampak adalah sebuah pusat perbelanjaan Aeon Mall yang runtuh, dimana operasi pencarian dan penyelamatan telah berakhir setelah lima hari dengan hasil tragis.
Di tengah kesedihan ini, muncul cerita haru dari Tomoko Takaoka, seorang pekerja pabrik berusia 31 tahun yang terpaksa mencari tempat berlindung untuk dirinya dan dua anjing kesayangannya, Ku dan Sheri. Setelah gagal menemukan tempat evakuasi yang mengizinkan hewan peliharaan, ia memilih menghabiskan malam pertama di dalam mobilnya. Beruntung, ia akhirnya menemukan Ryunosuke Animal Hospital yang menyediakan tempat penampungan sementara bagi pengungsi beserta hewan peliharaan mereka.
Direktur rumah sakit tersebut, Ryunosuke Tokuda, menekankan pentingnya menyediakan ruang bagi hewan peliharaan dalam situasi darurat, mengingat banyaknya pemilik hewan yang tidak ingin terpisah dari hewan kesayangan mereka. “Selama bencana, sangat wajar bagi anjing dan kucing untuk tetap bersama keluarga mereka. Namun, sering kali tempat penampungan tidak memperbolehkan hewan peliharaan,” ujarnya. Kesadaran ini muncul setelah gempa Kumamoto pada tahun 2016, di mana banyak pemilik hewan tidak dapat bersatu kembali dengan hewan mereka di tempat evakuasi.
Gempa ini juga menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur, termasuk pabrik Nippon Paper Industries di Yatsushiro, yang runtuh dan mengakibatkan sembilan pekerja kehilangan nyawa. Sampai saat ini, lebih dari 9.000 orang masih mengungsi, sementara banyak rumah yang tidak mendapatkan pasokan air dan listrik. Puluhan ribu orang lainnya masih hidup dalam kondisi darurat, menghadapi kesulitan sehari-hari.
Dukungan internasional juga mengalir untuk Kumamoto. Taiwan, yang memiliki hubungan erat dengan prefektur ini, telah mengumumkan sumbangan dari berbagai individu dan perusahaan, termasuk sumbangan pribadi dari Presiden Taiwan dan sumbangan resmi dari kementerian luar negeri mereka sebesar 155.000 dolar. Ini menunjukkan solidaritas yang kuat antara kedua negara dalam menghadapi bencana.
Sejumlah langkah pemulihan sedang dilakukan, dengan pemerintah setempat berusaha untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak dan memberikan bantuan kepada para pengungsi. Sementara itu, cerita-cerita seperti Tomoko dan anjingnya menjadi simbol harapan di tengah kesedihan, menunjukkan kekuatan ikatan antara manusia dan hewan peliharaan mereka dalam menghadapi cobaan.
Dalam situasi yang sulit ini, Kumamoto berusaha untuk bangkit kembali dengan dukungan komunitas dan internasional, sembari mengenang mereka yang telah hilang.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
