Sorot JogjaPolda Metro Jaya tengah menyelidiki kematian misterius seorang petugas keamanan bernama Sumarna, yang ditemukan tewas terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Untuk mengungkap penyebab kematiannya, polisi periksa 12 saksi terkait kasus sekuriti yang tewas terborgol di Jatiluhur [titlebase].

Sumarna, seorang pria berusia 40 tahun, ditemukan mengapung pada Jumat, 24 Juli 2026, setelah dilaporkan hilang saat menjalankan tugas piket malam. Kondisi jenazahnya yang ditemukan dengan kedua tangan terborgol di belakang menjadi sorotan utama dalam penyelidikan ini, menimbulkan dugaan bahwa korban mungkin mengalami kekerasan sebelum meninggal.

Baca juga:

Proses penyelidikan atas kematian Sumarna kini berada di bawah pengawasan Direktorat Terserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat. Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan informasi dari berbagai saksi yang terkait dengan kejadian tersebut.

Dalam pengembangan kasus, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kunci yang diharapkan dapat memberikan informasi penting. Di antaranya adalah rekan-rekan kerja Sumarna serta beberapa orang yang berada di sekitar lokasi kejadian saat malam insiden berlangsung.

“Kami telah memeriksa 12 saksi untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai peristiwa yang terjadi pada malam kejadian. Setiap informasi yang kami terima sangat berharga untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Sumarna,” ungkap Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Baca juga:

Pemeriksaan saksi ini mencakup berbagai aspek, termasuk detail mengenai aktivitas Sumarna sebelum hilang, serta interaksi yang mungkin terjadi dengan orang lain. Selain itu, pihak kepolisian juga melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk melakukan analisis lebih mendalam terhadap bukti-bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Polisi periksa 12 saksi terkait kasus sekuriti yang tewas terborgol di Jatiluhur [titlebase] sebagai bagian dari upaya untuk memastikan penyebab kematian Sumarna. Penyelidikan intensif diharapkan dapat mengungkap motif di balik kejadian ini dan membawa pelaku ke pengadilan.

Keluarga Sumarna, yang merasa khawatir atas kematian mendadak ini, juga didorong untuk melaporkan jika menemukan kejanggalan terkait proses penyelidikan. Polda Metro Jaya berkomitmen untuk transparan dalam penanganan kasus ini dan memberikan kabar terbaru kepada masyarakat.

Baca juga:

Seiring dengan berjalannya penyelidikan, masyarakat juga diimbau untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum adanya klarifikasi resmi dari kepolisian. Kasus ini menjadi perhatian publik, dan diharapkan dapat diselesaikan dengan baik demi keadilan bagi Sumarna.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.