Sorot Jogja – Yahukimo, Papua Pegunungan – Dalam insiden tragis yang mengguncang wilayah Yahukimo, dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) penembak warga sipil tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Awingbon. Kontak tembak ini terjadi pada Jumat (31/7/2026) saat pasukan TNI sedang menjalankan misi evakuasi jenazah Teina Alya, seorang warga sipil yang menjadi korban penembakan oleh kelompok separatis tersebut.

Teina Alya, seorang wanita asal Unaukam, merupakan salah satu dari tiga warga sipil yang tewas dalam aksi brutal OPM di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, pada Senin (21/7/2026). Jenazahnya ditemukan di dasar jurang yang curam, tepatnya di Kali Kolof, dengan kedalaman sekitar 50 meter. Proses evakuasi jenazah dilakukan oleh Koops TNI Habema yang dipimpin oleh Letkol Inf Wirya Arthadiguna.

Baca juga:

Menurut keterangan resmi, kondisi medan yang sangat sulit membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan teknik vertical rescue atau rappelling. Letkol Wirya menyatakan, upaya untuk menghilangkan jenazah oleh kelompok OPM terlihat jelas dari lokasi penemuan yang berjarak 100 meter dari lokasi penembakan. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh tantangan, karena petugas harus memastikan keamanan mereka sebelum melakukan tindakan.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengungkapkan bahwa kontak tembak terjadi ketika pasukan TNI menghadapi serangan dari anggota OPM saat sedang melakukan misi evakuasi. Dalam pertempuran tersebut, dua anggota OPM tewas setelah menyerang pasukan TNI. Lucky menegaskan bahwa tindakan tegas diambil oleh prajurit TNI sebagai respons terhadap serangan tersebut.

“Alhamdulillah, kami berhasil mengevakuasi jenazah Teina Alya yang menjadi korban penembakan oleh kelompok OPM. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ungkap Letjen Lucky dalam keterangan persnya.

Baca juga:

Proses evakuasi jenazah Teina Alya berlangsung dengan penuh perhitungan dan kehati-hatian. Tim evakuasi menggunakan peralatan khusus untuk menjangkau lokasi yang sangat terjal dan berbahaya. Setelah berhasil mengevakuasi jenazah, mereka membawanya menuju RSUD Dekai untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga dan masyarakat.

Insiden ini kembali menegaskan pentingnya keamanan di daerah Papua, yang sering kali menjadi target serangan oleh kelompok separatis. OPM penembak warga sipil Yahukimo tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Awingbon menunjukkan bahwa kondisi di lapangan masih cukup tegang. TNI terus berkomitmen untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata.

Kejadian ini juga memicu keprihatinan di kalangan masyarakat dan pemerintah daerah. Banyak pihak berharap agar situasi di Papua dapat segera membaik dan tidak ada lagi korban jiwa akibat konflik bersenjata. Upaya pemerintah dan TNI untuk meredakan ketegangan serta melindungi warga sipil harus terus didorong agar perdamaian dapat terwujud di tanah Papua.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.