Sorot Jogja – China menolak tuduhan dari Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa negara tersebut telah melakukan segala cara untuk menggagalkan keterpilihan dirinya kembali pada pemilu di 2020. Intelijen AS telah mengungkapkan bahwa China telah memperoleh data 220 juta pemilih Amerika melalui berbagai cara, menurut lembar fakta yang diperoleh kelompok wartawan Gedung Putih. Dokumen tersebut mendefinisikan "intervensi dalam pemilu" sebagai pengaruh secara terbuka maupun terselubung yang dilakukan pemerintah asing dengan tujuan memengaruhi pemilu AS secara langsung maupun tidak langsung.

Pemerintah AS telah menuduh China melakukan intervensi dalam pemilu AS 2020, namun China telah menolak tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa negara tersebut tidak pernah dan tidak akan pernah mencampuri urusan pemilihan presiden AS. Kedutaan Besar China di Washington menyatakan bahwa China tidak pernah dan tidak akan pernah mencampuri urusan pemilihan presiden AS.

Baca juga:

Presiden AS Donald Trump telah menyatakan bahwa China diduga telah melakukan segala cara untuk menggagalkan keterpilihan dirinya kembali pada pemilu di 2020. Trump pun menuding pejabat intelijen AS dengan sengaja menyembunyikan informasi tersebut dari Gedung Putih. Namun, pemerintah AS telah membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa kunjungan delegasi AS ke Brasil merupakan bagian dari upaya untuk membahas integritas pemilu, kebebasan beragama, dan kebebasan berekspresi.

Brasil telah menolak visa bagi dua pejabat senior Amerika Serikat setelah Presiden Luiz Inacio Lula da Silva khawatir bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump berupaya memengaruhi Pemilu Presiden Brasil pada Oktober mendatang. Brasil menduga kunjungan kedua pejabat tersebut merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk melemahkan kepercayaan terhadap sistem pemungutan suara elektronik negara itu.

Kedua pejabat tersebut dijadwalkan berkunjung untuk membahas integritas pemilu, kebebasan beragama, dan kebebasan berekspresi. Namun, otoritas Brasil khawatir kunjungan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya melemahkan kepercayaan publik terhadap sistem pemungutan suara elektronik menjelang pemilu. Orang-orang yang dekat dengan Presiden Lula mengatakan, pemerintah meyakini rencana kunjungan itu merupakan bagian dari upaya terkoordinasi keluarga Bolsonaro, khususnya Eduardo Bolsonaro yang kini berada di AS, bersama pemerintahan Trump untuk mendiskreditkan hasil pemilu apabila kandidat sayap kanan Flavio Bolsonaro kalah pada Oktober.

Baca juga:

Dalam pernyataannya, Washington menyatakan, tuduhan bahwa delegasi tersebut bertujuan merusak proses demokrasi Brasil sebagai kebohongan yang tidak berdasar. Ini menunjukkan bahwa pemerintah AS tidak memiliki bukti yang kuat untuk mendukung tuduhan tersebut.

China telah menolak tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa negara tersebut tidak pernah dan tidak akan pernah mencampuri urusan pemilihan presiden AS. Ini menunjukkan bahwa China memiliki keinginan yang jelas untuk tidak terlibat dalam intervensi dalam pemilu AS.

Dalam kesimpulan, tuduhan terhadap China tentang intervensi dalam pemilu AS 2020 masih belum terbukti. China telah menolak tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa negara tersebut tidak pernah dan tidak akan pernah mencampuri urusan pemilihan presiden AS. Pemerintah AS harus memiliki bukti yang kuat untuk mendukung tuduhan tersebut sebelum membuat kesimpulan.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.