Sorot Jogja – Fenomena El Nino menguat, berpeluang jadi salah satu yang terkuat sejak 1950 [titlebase]. Pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, memperingatkan bahwa Super El Nino yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2026 ini diperkirakan akan lebih ‘mengganas’ dibanding tahun sebelumnya. Menurut Erma, kondisi El Nino kali ini akan sangat berbeda, dengan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan puncak El Nino 2023.
Erma mengungkapkan bahwa lembaga pemantau cuaca ekstrem Eropa telah mengonfirmasi indikasi kehadiran Super El Nino. “Akhirnya, lembaga resmi cuaca ekstrem Eropa telah menyebutkan tentang SUPER El Nino dan konsekuensi perubahan sirkulasi di atmosfer yang ditimbulkannya,” tulisnya di media sosial. Sejak Februari 2026, kenaikan suhu mingguan telah mencapai 0,2°C tanpa fluktuasi, menunjukkan pertumbuhan yang agresif dan menunjukkan ‘keganasan’ El Nino 2026.
Selain itu, pemanasan sub-surface Samudra Pasifik menunjukkan bahwa suhu di bawah permukaan bisa mencapai 2-3 kali lebih tinggi dibanding permukaan, dengan suhu tertinggi dapat mencapai 9°C. “Jika ada kondisi terlalu panas di permukaan laut, kemana kelebihan panas itu ditransfer kalau tidak ke atmosfer?” tanya Erma, menekankan potensi dampak serius dari fenomena ini.
Di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa seluruh wilayah di Provinsi Sumatera Selatan telah memasuki musim kemarau, yang diprediksi akan berlangsung hingga Mei 2027. Musim kemarau yang lebih panjang ini disebabkan oleh melemahnya pembentukan awan hujan akibat pengaruh El Nino. “Inilah kemudian yang harus kita antisipasi dari sisi bencana,” ungkap Lilik Kurniawan, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).
Ancaman utama yang muncul akibat fenomena ini adalah kebakaran hutan dan polusi udara yang dapat menyebabkan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Selain itu, lahan pertanian yang kering dapat menyebabkan gagal panen, yang mengancam ketahanan pangan masyarakat. Lilik mengingatkan pentingnya kesiapan sarana prasarana untuk menghadapi potensi kekeringan dan bencana terkait.
Di Malaysia, pemerintah setempat juga bersiap menghadapi Super El Nino, dengan Departemen Meteorologi Malaysia memprediksi bahwa suhu maksimum akan melonjak dan berpotensi memecahkan rekor tertinggi yang pernah tercatat. Lonjakan suhu ekstrem ini diperkirakan akan terjadi pada tahun depan, seiring dengan semakin menguatnya intensitas fenomena El Nino di kawasan Asia Tenggara.
Dengan semua dampak yang diprediksi oleh fenomena El Nino ini, penting bagi setiap negara di kawasan untuk melakukan antisipasi dan persiapan yang matang. Dari kebakaran hutan, ancaman kesehatan, hingga ketahanan pangan, Super El Nino yang menguat ini harus dihadapi dengan langkah-langkah strategis dan kolaboratif.
El Nino menguat, berpeluang jadi salah satu yang terkuat sejak 1950 [titlebase] menuntut perhatian serius dari semua pihak agar dampaknya dapat diminimalisir. Dengan kesadaran dan kesiapan yang baik, diharapkan bencana-bencana yang ditimbulkan dapat ditangani dengan lebih efektif.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
