Sorot Jogja – Dinkes bantah salah suntik vaksin jadi penyebab bayi di Bekasi kena radang otak. Polisi mengungkap kasus tewasnya anak punk Faisal Anwar di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, bukan merupakan satu rangkaian tindak pidana. Ada dua tempat kejadian perkara (TKP), dua waktu kejadian, serta dua perkara berbeda dengan pelaku yang juga berbeda. Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat AKP Engkus mengatakan, perkara pertama adalah dugaan pengeroyokan yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di depan sebuah salon di Jalan KH Asnawi, Desa Kalijaya. Dalam kasus ini, Dita Restu Amanda alias Mondy Tatto dan Doni Darmawan alias Donal menjadi tersangka. Yang pertama laporan pengeroyokan, pelakunya Donal sama Mondy. Pengeroyokan bermula saat korban hendak meminjam sepeda motor milik Mondy yang saat itu dipakai Donal. Permintaan tersebut memicu cekcok hingga berujung perkelahian. Ia menyebut keributan itu juga dipengaruhi minuman keras serta persoalan pribadi antara korban dan Donal. Setelah dilerai rekan-rekannya, perkelahian sempat mereda. Korban bahkan kembali berkumpul bersama para pelaku dan teman-temannya di kawasan Ceger hingga dini hari. Beberapa jam kemudian, rombongan berpindah ke kontrakan Mondy di Kampung Jatibaru, Desa Kalijaya. Di lokasi itulah terjadi peristiwa kedua yang berujung pada tewasnya Faisal. Yang kedua pelaku penusukan yang menyebabkan mati itu pelakunya satu orang, atas nama Darmin. Darmin masuk ke kontrakan dengan alasan hendak melerai pertengkaran. Namun, ia mengaku dipukul korban menggunakan tabung gas elpiji. Dinkes bantah salah suntik vaksin jadi penyebab bayi di Bekasi kena radang otak. Kasus ini bukan terkait dengan vaksinasi. Vaksinasi terus dilaksanakan dengan aman dan efektif. Kita harus tetap waspada dan tidak menyebarluaskan informasi yang tidak benar tentang vaksinasi.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
