Sorot Jogja – Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, saat ini tengah berupaya mengawal pengembalian jenazah Valenth Alexie Tamboto, seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) berusia 24 tahun, yang ditemukan tewas di Armenia. Valenth WNI yang tewas di Armenia dikenal sosok pekerja keras dan ramah, dan kabar duka ini telah mengguncang keluarga serta masyarakat di daerah asalnya.

Bupati Maros, Chaidir Syam, menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Kepala Dinas Tenaga Kerja untuk memberikan pendampingan kepada keluarga Valenth. “Kami berusaha mencari solusi terbaik agar jenazahnya dapat segera dipulangkan ke Indonesia,” ungkapnya.

Baca juga:

Valenth ditemukan tewas di sebuah kamar mes pekerja di Kota Yerevan pada tanggal 15 Juli 2026. Kasus ini menarik perhatian Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia, yang telah berkoordinasi dengan otoritas Armenia untuk menangani insiden ini. Direktur Perlindungan WNI, Heni Hamidah, mengungkapkan bahwa enam orang WNI telah diamankan sebagai terduga pelaku. Dari enam yang ditangkap, dua orang telah dibebaskan setelah menjalani pemeriksaan awal, sementara empat lainnya masih dalam proses penyidikan.

Heni menegaskan bahwa semua pihak yang terlibat, baik korban maupun terduga pelaku, merupakan warga negara Indonesia. “Proses penyelidikan masih berlangsung dan kami terus memantau perkembangan kasus ini. Kami juga telah mengirimkan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Armenia untuk memperoleh akses kekonsuleran terkait penanganan jenazah Valenth,” tuturnya.

Valenth WNI yang tewas di Armenia dikenal sosok pekerja keras dan ramah, dan kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi keluarganya. Keluarga korban kini menunggu kepastian mengenai pemulangan jenazah dan keadilan bagi anak mereka. Dalam situasi yang penuh duka ini, Pemkab Maros berkomitmen untuk mendampingi keluarga Valenth dalam menghadapi cobaan ini.

Baca juga:

Seiring berjalannya proses hukum di Armenia, Kemlu terus berkoordinasi dengan pihak setempat untuk memastikan hak-hak kekonsuleran Valenth dipenuhi. Heni menambahkan, “Kami berharap dapat segera memperoleh akses untuk melihat jenazah dan memastikan penanganan yang tepat. Kami akan terus mengupayakan agar kasus ini mendapatkan perhatian yang seharusnya.”

Dengan tragedi ini, diharapkan ada kejelasan dan keadilan bagi Valenth dan keluarganya. Masyarakat Maros berharap agar pemerintah terus berupaya untuk memastikan kasus ini tidak terabaikan dan pelaku dapat diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: