Sorot Jogja – Bupati Sukoharjo Etik Suryani kembali menjadi perbincangan panas usai KPK menemukan brankas berisi Rp21,2 miliar di rumahnya. Kasus ini terungkap setelah Etik ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis lalu. KPK menetapkan Etik sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap anak buahnya. Berdasarkan keterangan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, Etik diduga melanjutkan pola yang telah berlangsung pada masa pemerintahan sebelumnya. Etik duga menggunakan kode berbahasa Jawa untuk memerintahkan anak buahnya untuk memberikan setoran. Dalam prosesnya, Etik disebut menggunakan kode ‘padhakno karo Bapak’ (samakan dengan Bapak). Ini menunjukkan bahwa Etik berusaha untuk memeras anak buahnya dengan menggunakan kode kuno. Menurut Asep, Etik juga memerintahkan Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, Tri Mulyo, untuk mengurus setoran rutin dari organisasi perangkat daerah (OPD). Hal ini menunjukkan bahwa Etik berusaha untuk memeras anak buahnya melalui berbagai cara. KPK juga menemukan uang dalam berbagai pecahan mata uang asing hingga emas 2,5 kg di brankas Etik. Brankas tersebut berisi empat laci yang dipenuhi gepokan uang. Uang itu terlihat diikat dengan karet. Hal ini menunjukkan bahwa Etik berusaha untuk menyembunyikan uangnya dari pihak KPK. Sebelum ditangkap KPK, Etik melaporkan punya harta Rp 9,1 miliar. Berdasarkan laporan hartanya, Etik memiliki enam bidang tanah dan bangunan di Wonogiri dan Sukoharjo dengan nilai Rp 4,8 miliar. Dia juga tercatat memiliki tiga unit mobil senilai Rp 475 juta. Etik tidak memiliki utang. Total harta Etik sebesar Rp 9.119.012.976. KPK menangkap Etik dan dua anak buahnya sebagai tersangka kasus pemerasan di Pemkab Sukoharjo. KPK juga menetapkan dua anak buah Etik sebagai tersangka. Dua anak buah tersebut adalah Kepala BPKAD dan Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo. KPK menyita barang bukti Rp 21,2 miliar dalam kasus ini. Barang bukti itu berupa uang dalam berbagai pecahan mata uang asing hingga emas 2,5 kg. KPK menemukan uang itu dari dua brankas milik Etik. Brankas pertama tampak berukuran cukup besar dengan tinggi hingga sedada orang dewasa. Brankas besar itu berisi empat laci yang dipenuhi gepokan uang. Uang itu terlihat diikat dengan karet. Brankas itu berada di Wonogiri. Ini menunjukkan bahwa Etik berusaha untuk menyembunyikan uangnya dari pihak KPK. KPK juga menemukan uang dalam berbagai pecahan mata uang asing hingga emas 2,5 kg di brankas Etik. Brankas tersebut berisi empat laci yang dipenuhi gepokan uang. Uang itu terlihat diikat dengan karet. Hal ini menunjukkan bahwa Etik berusaha untuk menyembunyikan uangnya dari pihak KPK. Etik juga memiliki sejarah panjang sebagai Bupati Sukoharjo. Dia menjadi Bupati menggantikan suaminya, Wardoyo Wijaya, yang menjabat Bupati Sukoharjo periode 2010-2015 dan 2016-2021. Etik menjabat sebagai Bupati Sukoharjo periode 2021-2025 dan 2025-2030. Ini menunjukkan bahwa Etik memiliki pengalaman panjang sebagai Bupati Sukoharjo. KPK menangkap Etik dan dua anak buahnya sebagai tersangka kasus pemerasan di Pemkab Sukoharjo. KPK juga menetapkan dua anak buah Etik sebagai tersangka. Dua anak buah tersebut adalah Kepala BPKAD dan Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo. KPK menyita barang bukti Rp 21,2 miliar dalam kasus ini. Barang bukti itu berupa uang dalam berbagai pecahan mata uang asing hingga emas 2,5 kg. KPK menemukan uang itu dari dua brankas milik Etik. Brankas pertama tampak berukuran cukup besar dengan tinggi hingga sedada orang dewasa. Brankas besar itu berisi empat laci yang dipenuhi gepokan uang. Uang itu terlihat diikat dengan karet. Brankas itu berada di Wonogiri. Ini menunjukkan bahwa Etik berusaha untuk menyembunyikan uangnya dari pihak KPK. KPK akan terus menyelidiki kasus ini dan menangkap orang-orang yang terlibat dalam kasus pemerasan. KPK juga akan menyita barang bukti dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. KPK akan terus bekerja keras untuk mengadakan keadilan dan melindungi rakyat Indonesia.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
