Sorot Jogja – Gempa bumi di Venezuela munculkan kembali klaim salah terkait HAARP, sebuah fenomena yang menarik perhatian ilmuwan dan masyarakat luas. Gempa ganda atau kembar yang terjadi pada 24 Juni di Venezuela membuka babak baru dalam penelitian gempa bumi dunia. Dua gempa besar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi hanya dalam selang waktu 39 detik itu dinilai menjadi bukti bahwa beberapa sesar aktif dapat saling memicu, sehingga menghasilkan kerusakan yang jauh lebih besar daripada perkiraan selama ini.

Gempa bumi di Venezuela munculkan kembali klaim salah terkait HAARP karena beberapa ilmuwan percaya bahwa gempa tersebut dapat dipicu oleh faktor-faktor lain, seperti perubahan tekanan pada sesar. Gempa kembar di Venezuela membuktikan bahwa beberapa sesar dapat saling memengaruhi dan memicu gempa lainnya. Hal ini membuat para ilmuwan kembali menyoroti sistem Sesar San Andreas di California, Amerika Serikat, yang memiliki karakteristik serupa dan selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu zona gempa paling berbahaya di dunia.

Baca juga:

Gempa bumi di Venezuela munculkan kembali klaim salah terkait HAARP karena beberapa ilmuwan juga percaya bahwa gempa tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti perubahan cuaca dan aktivitas vulkanik. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa gempa besar dapat memindahkan tekanan ke sesar di sekitarnya sehingga memicu patahan lain hanya dalam hitungan detik. Fenomena serupa pernah terjadi pada gempa Turki tahun 2023 dan Pakistan pada 1997.

Gempa bumi di Venezuela munculkan kembali klaim salah terkait HAARP karena beberapa ilmuwan juga percaya bahwa gempa tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti perubahan tekanan pada sesar. Gempa kembar di Venezuela membuktikan bahwa beberapa sesar dapat saling memengaruhi dan memicu gempa lainnya. Hal ini membuat para ilmuwan kembali menyoroti sistem Sesar San Andreas di California, Amerika Serikat, yang memiliki karakteristik serupa dan selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu zona gempa paling berbahaya di dunia.

Baca juga:

Di akhir, gempa bumi di Venezuela munculkan kembali klaim salah terkait HAARP karena beberapa ilmuwan juga percaya bahwa gempa tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti perubahan cuaca dan aktivitas vulkanik. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa gempa besar dapat memindahkan tekanan ke sesar di sekitarnya sehingga memicu patahan lain hanya dalam hitungan detik. Fenomena serupa pernah terjadi pada gempa Turki tahun 2023 dan Pakistan pada 1997.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

Baca juga: