Sorot Jogja – Amerika Serikat (AS) ubah pola serangan ke Iran: Kini mulai serangan siang bolong, 7 militer Iran tewas [titlebase]. Dalam perkembangan terbaru, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa mereka telah memulai serangan udara baru di Iran dengan pola yang berbeda, yaitu serangan siang hari, yang berlangsung pada Rabu (15/7/2026). Perubahan ini menandai transisi dari serangan malam yang dilakukan sebelumnya dan menunjukkan peningkatan intensitas konflik antara kedua negara.

Serangan terbaru ini ditujukan untuk melemahkan kemampuan militer Iran, yang dianggap digunakan untuk menyerang kapal-kapal dagang di Selat Hormuz. Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebutkan bahwa serangan tersebut melibatkan penargetan puluhan fasilitas militer di sekitar Selat Hormuz dan pesisir Iran, termasuk sistem rudal, drone, serta aset angkatan laut.

Baca juga:

Menurut laporan militer Iran, sedikitnya tujuh personel tewas dan 13 lainnya terluka akibat serangan yang menghantam pangkalan militer di Bampur, Provinsi Sistan dan Baluchestan. Serangan tersebut dilaporkan melibatkan 13 rudal yang menghantam area akomodasi dan fasilitas pendukung lainnya.

Rangkaian serangan ini merupakan lanjutan dari serangan malam yang telah dilakukan selama enam malam berturut-turut sebelumnya. Pada serangan malam tersebut, infrastruktur vital di wilayah selatan Iran, seperti bandara, jembatan, dan menara komunikasi, menjadi sasaran. Serangan ini menyebabkan kerusakan signifikan di berbagai lokasi termasuk di Pulau Qeshm, Bandar Abbas, Chabahar, dan Bandar-e Khamir.

Serangan-serangan ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan menyerang infrastruktur Iran. Situasi ini membuat ketegangan antara AS dan Iran semakin meningkat, terutama setelah kedua negara saling menuduh melanggar nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati sebelumnya.

Baca juga:

Selain itu, Garda Revolusi Iran mengklaim telah meluncurkan serangan balasan terhadap pangkalan udara yang digunakan oleh pasukan AS di Bahrain, mengklaim bahwa tindakan tersebut merupakan respon terhadap serangan AS yang dianggap biadab. IRGC juga menyatakan bahwa mereka telah menyerang fasilitas di Kuwait dan Yordania dengan menggunakan drone.

Tindakan AS yang kini ubah pola serangan ke Iran: Kini mulai serangan siang bolong, 7 militer Iran tewas [titlebase] juga diiringi dengan ancaman dari Iran untuk menutup jalur ekspor energi di Selat Bab el-Mandeb jika blokade AS terhadap pelabuhan Iran terus berlanjut. Hal ini menandakan bahwa ketegangan di kawasan Teluk semakin membara, dan situasi ini berpotensi mempengaruhi harga minyak dunia.

Presiden Trump menegaskan bahwa AS tidak akan menerima kesepakatan yang tidak memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Sementara itu, CENTCOM juga menyatakan bahwa lebih dari 20 kapal perang Angkatan Laut AS dan ratusan pesawat militer telah dikerahkan di kawasan Timur Tengah untuk mendukung operasi ini.

Baca juga:

Dengan semakin meningkatnya aksi militer dari kedua belah pihak, masyarakat internasional secara cermat memantau perkembangan ini, mengingat dampaknya yang dapat meluas tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah tetapi juga bagi stabilitas global.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.