Sorot Jogja – BYD klarifikasi soal motor listrik yang copot dari Tang setelah insiden yang viral di media sosial. Sebuah SUV BYD Tang dilaporkan kehilangan motor listrik belakangnya saat menerjang banjir di Kota Shenyang, China. Video insiden ini menyebar luas, menunjukkan kendaraan tersebut menyeret komponen logam besar di bawah bumper belakangnya, yang memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet.
Menanggapi hal ini, pihak BYD memberikan penjelasan resmi. Menurut mereka, kejadian tersebut bukan akibat dari cacat produksi, melainkan disebabkan oleh benturan keras pada bagian kolong kendaraan saat melewati genangan air yang dalam. “Kerusakan terjadi akibat benturan saat kendaraan menerobos banjir, bukan karena masalah kualitas produk,” jelas layanan pelanggan resmi BYD.
Dalam wawancara dengan media, BYD mengungkapkan bahwa motor penggerak belakang terlepas setelah kendaraan menghantam benda keras yang tidak terlihat di bawah permukaan air. Meskipun motor listrik tersebut terlepas, kendaraan masih dapat beroperasi dengan sistem kelistrikan dan lampu yang tetap menyala.
Insiden ini terjadi tidak lama setelah Executive Vice President BYD, He Zhiqi, memberikan peringatan mengenai ketahanan produk mereka. Ia menegaskan bahwa Blade Battery yang digunakan dalam kendaraan BYD telah memenuhi standar ketahanan air IP67 dan IP68, namun sertifikasi tersebut tidak menjamin keamanan kendaraan untuk digunakan dalam kondisi banjir ekstrem.
Selain insiden ini, BYD terus menunjukkan pertumbuhan positif di pasar kendaraan listrik. Di Indonesia, misalnya, BYD berencana menambah jaringan dealer di Jawa Barat. Operation Director PT BYD Motor Indonesia, Nathan Sun, menyatakan bahwa lebih dari 10.500 unit kendaraan BYD telah beroperasi di wilayah tersebut, dan mereka menargetkan pembukaan 30 dealer baru hingga akhir tahun.
Dalam kegiatan Media Experience BYD DM Technology Challenge, BYD juga mengajak jurnalis dan konten kreator untuk menguji performa BYD M6 DM PHEV di berbagai kondisi jalan. Kegiatan ini menunjukkan komitmen BYD untuk menghadirkan kendaraan yang andal dan efisien di pasar otomotif.
Tak hanya di Indonesia, BYD juga berupaya memperluas pangsa pasarnya di Eropa dan Asia Tenggara, dengan ambisi untuk menjadi produsen mobil nomor satu di dunia, meskipun mereka menghadapi tantangan dari kebijakan perdagangan di Amerika Serikat. Dengan fokus pada pertumbuhan organik dan inovasi produk, BYD berharap dapat menyaingi Toyota dalam waktu lima tahun ke depan.
Dengan penjelasan ini, BYD berharap dapat meredakan kekhawatiran konsumen mengenai kualitas produk mereka. Insiden motor listrik copot ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kualitas dan ketahanan kendaraan dalam menghadapi berbagai kondisi jalan yang ekstrem.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
