Sorot Jogja – Tragedi kebakaran yang melanda bar Rong Beer Na Lat Phrao di Bangkok, Thailand, pada Minggu malam, telah menewaskan 32 orang, dengan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Dari laporan yang ada, 27 tewas di bar Bangkok, KBRI pastikan belum ada WNI jadi korban. Kebakaran ini dipicu oleh dugaan korsleting listrik yang cepat menyebar dan menyebabkan kepanikan di kalangan pengunjung.

Insiden yang terjadi menjelang tengah malam tersebut mengakibatkan banyak pengunjung terjebak di dalam bar. Sebagian besar korban ditemukan di toilet, di mana mereka berusaha bersembunyi dari api dan asap yang membara. Menurut laporan, petugas pemadam kebakaran memerlukan waktu sekitar 35 menit untuk memadamkan api yang melahap seluruh bangunan.

Baca juga:

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyebutkan bahwa kejadian ini merupakan salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengungkapkan bahwa ledakan yang terjadi sebelum kebakaran membuat situasi semakin kacau. “Banyak dari mereka tidak dapat keluar karena mereka pergi ke bagian belakang gedung dan mencoba bersembunyi dari asap dan api di toilet. Di situlah kami menemukan sebagian besar mayat,” jelasnya.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden tersebut. Sejumlah saksi melaporkan bahwa pintu-pintu darurat terkunci dan tidak ada rambu yang menunjukkan jalur evakuasi, yang menjadi faktor utama penyebab banyaknya korban. Penggunaan bahan dekorasi yang mudah terbakar juga dianggap mempercepat penyebaran api.

Pihak kepolisian Thailand telah menetapkan kelalaian sebagai teori utama dalam penyelidikan insiden ini. Beberapa korban luka yang terjaring dalam kebakaran tersebut kini dirawat di rumah sakit, dengan 15 di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Baca juga:

Gubernur Bangkok, Chadchart Sittipunt, berjanji untuk memperketat pengawasan keselamatan di tempat-tempat hiburan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa insiden serupa tidak terulang di masa mendatang. Pengawasan ketat diharapkan bisa mencegah terjadinya kebakaran yang mengancam jiwa di tempat-tempat umum.

Selain itu, KBRI di Bangkok telah memastikan bahwa hingga saat ini belum ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam tragedi ini. Hal ini memberikan sedikit ketenangan bagi keluarga WNI yang khawatir akan keselamatan orang-orang terdekat mereka di Thailand.

Kebakaran ini bukanlah insiden pertama di Thailand. Sebelumnya, pada tahun 2022, sebuah bar lain di Bangkok juga mengalami kebakaran yang menewaskan 22 orang. Insiden serupa juga terjadi pada tahun 2009, di mana 66 orang kehilangan nyawa akibat kebakaran di sebuah bar.

Baca juga:

Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di tempat-tempat umum dan perlunya penegakan standar keselamatan yang ketat untuk melindungi pengunjung dari kejadian yang tidak diinginkan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.