Sorot Jogja – Seorang lansia di Depok dianiaya saat ngaji di masjid, giginya patah dalam sebuah insiden yang mengejutkan masyarakat setempat. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 05.30 WIB di Masjid Nurul Amal, Sukmajaya, Kota Depok. Korban, seorang kakek berinisial MS (74), mengalami penganiayaan oleh seorang pria berinisial IM (40) yang sebelumnya diketahui memiliki masalah pribadi dengan korban.
Insiden bermula ketika MS sedang duduk dan membaca Al-Qur’an di dalam masjid. Tiba-tiba, IM yang tampak marah menghampiri dan terlibat adu mulut dengan korban. Berbagai saksi di lokasi mengungkapkan bahwa mereka berusaha menenangkan situasi. Maman, salah satu jemaah, berusaha meredakan ketegangan dengan mengatakan, “Ini masjid, Mas. Sabar, tahu kan?” Namun, IM tidak terima dan situasi semakin memanas.
Menurut laporan yang diterima pihak kepolisian, IM merasa tersinggung dengan ucapan MS yang dianggap merendahkan. Ia bahkan menantang anak korban untuk berkelahi jika merasa keberatan. Momen tersebut berujung pada tindakan kekerasan ketika IM menghardik dan menanduk kepala MS, yang mengakibatkan gigi tanam permanen korban terlepas dan luka memar di bagian bibirnya.
Setelah kejadian, MS segera melapor ke Polsek Sukmajaya. Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan pelaku IM telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi-saksi yang ada saat insiden terjadi.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah video rekaman peristiwa tersebut beredar di media sosial, menunjukkan momen ketegangan antara korban dan pelaku. Dalam video itu, terlihat jelas bagaimana lansia yang berusaha mengaji malah menjadi sasaran kemarahan IM. Beberapa jemaah lain di masjid pun terlihat berusaha melerai dan menghentikan penganiayaan yang terjadi.
Berdasarkan keterangan polisi, IM dan MS sebelumnya memang memiliki sejarah perselisihan, yang mungkin menjadi pemicu terjadinya penganiayaan di masjid. Kini, kasus ini telah naik ke tahap penyidikan dan pihak kepolisian tengah melengkapi berkas untuk diserahkan kepada jaksa penuntut umum.
Peristiwa ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga ketenangan dan toleransi di tempat ibadah. Penganiayaan terhadap lansia, terutama di lingkungan yang seharusnya damai seperti masjid, sangat disayangkan dan harus menjadi perhatian semua pihak. Masyarakat diharapkan lebih peka terhadap situasi di sekitar mereka, terutama dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan sesama jemaah.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
