Sorot Jogja – Kepala SPPG Rancamulya Bandung tewas bunuh diri, pemilik dapur lihat keanehan tiga bulan terakhir [titlebase]. Kematian tragis ini terjadi di parkiran mal King’s Shopping Centre, Bandung pada Minggu, 12 Juli 2026. Korban yang diketahui bernama Sopyan Fathurohman (26) ditemukan dalam keadaan tergantung, mengundang kesedihan mendalam di kalangan rekan-rekannya.
Salah satu rekan kerja Sopyan, Fazri, mengungkapkan bahwa selama tiga bulan terakhir, sikap Sopyan berubah drastis. Dia yang sebelumnya humoris dan periang, kini terlihat lebih pendiam dan sulit diajak berkomunikasi. Fazri menjelaskan, “Cuman pas selama 3 bulan ke belakang jadi agak beda. Beda tuh agak tertutup, ditanya juga enggak ada komunikasi apa-apa. Justru ya sesuai itu tupoksinya aja, jadi enggak bisa bercanda, enggak bisa diajak komunikasinya lah agak tertutup.”
Fazri juga mengungkapkan bahwa ia sudah tidak dapat menghubungi Sopyan selama dua minggu terakhir. “HP-nya juga udah enggak aktif dua minggu ke belakang begitu,” tambahnya. Pencarian informasi mengenai keberadaan Sopyan dilakukan oleh Fazri dan rekan-rekan lainnya, terutama menjelang libur sekolah untuk memastikan kelangsungan operasional dapur mereka yang menyediakan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Polisi setempat, yang dipimpin oleh Kapolsek Regol Kompol Megawati Triyanti, mengkonfirmasi bahwa Sopyan ditemukan dengan barang bukti berupa telepon genggam, sandal, KTP, dan sepucuk surat permohonan maaf kepada keluarga dan kerabatnya. Menurut pihak kepolisian, Sopyan terdaftar sebagai mahasiswa, dan informasi mengenai kematiannya pertama kali diketahui melalui unggahan belasungkawa dari SPPI Regional Jabar.
Sebelum kejadian, Fazri sempat berusaha menghubungi Sopyan untuk membahas operasional dapur sekolah yang akan dimulai kembali. Namun, usahanya sia-sia, dan kabar duka yang diterima membuatnya syok, mengingat tidak ada masalah yang terdeteksi di lingkungan kerja mereka. “Saya juga lost contact gitu selama libur, enggak ada komunikasi sama sekali. Nah, jadi pas kemarin terjadi kejadian kayak gitu syok aja kenapa bisa seperti ini gitu. Padahal di dapur enggak ada masalah,” ungkapnya.
Rekan-rekan Sopyan di SPPG Rancamulya 02 merasa kehilangan dan terkejut dengan berita duka ini. Mereka berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Sementara itu, pihak keluarga dan rekan kerja diharapkan untuk lebih peka terhadap perubahan sikap dan kondisi mental kolega mereka. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi banyak orang untuk lebih memperhatikan kesehatan mental dan mencari bantuan profesional ketika dibutuhkan.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi kita semua untuk berbagi informasi tentang pentingnya kesehatan mental. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala depresi, jangan ragu untuk mencari bantuan dari psikolog, psikiater, atau klinik kesehatan mental. Kesadaran dan dukungan dapat menjadi langkah awal untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
