Sorot Jogja – Tessa Kaunang tak terima fotonya diedit berhijab oleh Sandy Tumiwa: Saya capek menanggapi dia [titlebase]. Kasus ini mencuat setelah Sandy mengunggah foto editan yang menampilkan Tessa mengenakan hijab, yang ternyata memicu reaksi keras dari mantan istrinya tersebut. Tessa menganggap tindakan Sandy sebagai pelanggaran privasi dan tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga ia melayangkan somasi.

Dalam penjelasannya, Sandy Tumiwa mengungkapkan bahwa unggahannya tersebut seharusnya dipahami sebagai bentuk penghargaan. Ia mengaku menghubungi Tessa sebelum mengunggah foto tersebut dan menyampaikan pujian atas penampilannya. Namun, ia terkejut ketika Tessa merespons dengan somasi. Sandy menjelaskan, “Saya bilang kalau dia pakai kerudung cantik. Saya WA dulu, ‘Kamu pakai jilbab cantik ya.’ Tapi responsnya justru somasi,” ujarnya.

Baca juga:

Sandy menilai bahwa masalah ini hanya bersumber dari kesalahpahaman dalam komunikasi antara mereka. Ia berharap Tessa bisa menyampaikan ketidaksetujuannya secara langsung, alih-alih mengambil langkah hukum. “Padahal kan seharusnya tinggal WA saja, bilang, ‘Jangan dong.’ Simpel sebenarnya,” kata Sandy, menambahkan bahwa komunikasi mereka telah jauh terputus sejak perceraian.

Di sisi lain, Sandy juga menjelaskan bahwa niatnya membuat unggahan tersebut bukan untuk menyudutkan keyakinan Tessa, melainkan untuk menghargai sosok ibu dari anak-anak mereka. “Saya hanya menghargai dia sebagai wanita yang berjasa bagi anak-anak,” ujarnya, menegaskan bahwa pengorbanan Tessa sebagai ibu tidak bisa dibandingkan dengan apa yang ia lakukan sebagai ayah.

Terkait dengan tudingan bahwa ia tidak menafkahi anak-anak mereka selama 12 tahun pasca perceraian, Sandy membantahnya. Ia menjelaskan bahwa selama ini ia telah memenuhi kewajiban nafkah sesuai kesepakatan yang telah dibuat bersama Tessa. “Intinya saya sudah bertanggung jawab memberikan nafkah dari gana-gini yang setengah saya kasih dengan nota kesepakatan,” jelasnya.

Baca juga:

Sandy juga menunjukkan bahwa jika harta yang mereka miliki dijual, nilainya sudah lebih dari cukup untuk menafkahi kedua anak mereka. Ia menegaskan, “Itu bisa dijual, nilainya kan Em-Em-an (miliaran), bukan ratusan (juta).” Dengan demikian, Sandy merasa tidak ada alasan bagi Tessa untuk menuduhnya tidak bertanggung jawab.

Melihat situasi yang ada, Sandy memilih untuk tidak memperpanjang masalah ini dan lebih memilih untuk meminta maaf kepada Tessa. Ia menyadari bahwa meskipun ada perbedaan, pengorbanan Tessa sebagai ibu adalah hal yang sangat besar dan tidak bisa dibandingkan dengan apa yang ia lakukan. Dalam pandangannya, komunikasi yang baik sangat penting demi anak-anak mereka, agar tidak terbawa oleh konflik antara orang tua.

Dengan berbagai dinamika yang terjadi, kasus ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi yang efektif dalam hubungan pasca perceraian. Tessa Kaunang tak terima fotonya diedit berhijab oleh Sandy Tumiwa: Saya capek menanggapi dia [titlebase] menjadi pelajaran bagi banyak orang untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi dan menghargai privasi masing-masing.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.