Sorot JogjaGelombang panas ekstrem bikin warga Eropa serbu toko AC, biaya pasang tembus 1.000 euro. Suhu di berbagai negara Eropa telah mencapai rekor tertinggi, bahkan ada yang mencatat suhu hingga 44 derajat Celsius. Situasi ini memicu lonjakan permintaan akan pendingin ruangan (AC) di seluruh benua, terutama di negara-negara seperti Prancis, Jerman, dan Spanyol.

Menurut kajian dari World Weather Attribution, gelombang panas yang melanda Eropa saat ini memiliki kemungkinan terjadi puluhan hingga ratusan kali lebih besar dibandingkan dengan kondisi iklim 50 tahun lalu. Di Jerman, Republik Ceko, dan Polandia, suhu mencapai sekitar 40 derajat Celsius, sedangkan Prancis mencatat suhu rata-rata 29,8 derajat Celsius, dengan lonjakan hingga 44 derajat Celsius di beberapa kota.

Baca juga:

Direktur Regional WHO untuk Eropa, Dr. Hans Kluge, memperingatkan bahwa kematian akibat panas kemungkinan akan terus meningkat seiring dengan perubahan iklim. Sejak awal gelombang panas ini, lebih dari 1.300 kematian telah dilaporkan di Eropa, dengan angka yang terus bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa gelombang panas ekstrem bikin warga Eropa serbu toko AC, biaya pasang tembus 1.000 euro, menjadi solusi yang semakin mendesak.

Permintaan yang melonjak ini menyebabkan produsen AC seperti Samsung, Midea, dan Mitsubishi Electric melaporkan peningkatan penjualan yang signifikan. Namun, banyak warga Eropa yang merasa kesulitan untuk memasang AC di rumah mereka karena biaya yang tinggi. Rata-rata biaya pemasangan AC di Eropa berkisar antara 800 hingga 1.000 euro, yang merupakan pengeluaran signifikan bagi banyak keluarga.

Di sisi lain, meskipun gelombang panas semakin ekstrem, banyak warga Eropa yang masih enggan menggunakan AC. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk desain bangunan yang tidak mendukung pemasangan AC dan kebiasaan masyarakat yang lebih memilih metode pendinginan alternatif seperti kipas angin atau mandi air dingin. Sejarah iklim Eropa yang sejuk juga menjadikan AC bukan kebutuhan utama bagi banyak orang.

Baca juga:

Selain itu, tarif listrik yang tinggi di banyak negara Eropa membuat penggunaan AC menjadi beban tambahan dalam anggaran rumah tangga. Harga listrik di Eropa cenderung lebih mahal dibandingkan dengan di Amerika Serikat, sehingga banyak keluarga yang memilih untuk tidak berinvestasi dalam instalasi AC meskipun cuaca semakin panas.

Fenomena ‘kubah panas’ yang menyebabkan suhu ekstrem ini juga menjadi perhatian. Ketika udara terkompresi dan memanas, pembentukan awan menjadi terhambat, sehingga membuat suhu tetap tinggi dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, gelombang panas ekstrem bikin warga Eropa serbu toko AC, biaya pasang tembus 1.000 euro, bukan hanya sekadar tren, tetapi menjadi kebutuhan mendesak untuk melindungi kesehatan dan kenyamanan hidup di tengah cuaca yang semakin tidak bersahabat.

Dengan semakin seringnya gelombang panas terjadi, masyarakat Eropa kini mulai memikirkan ulang kebutuhan mereka akan pendingin ruangan. Meskipun biaya pemasangan AC cukup tinggi, banyak yang beranggapan bahwa kesehatan dan kenyamanan selama musim panas yang ekstrem ini jauh lebih penting. Akibatnya, pasar AC di Eropa diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran akan dampak perubahan iklim.

Baca juga:

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.