Sorot Jogja – Dalam sebuah pertandingan yang penuh emosi antara Inter Miami dan Philadelphia Union, Lionel Messi terlibat dalam insiden kontroversial yang berujung pada sanksi denda dari Major League Soccer (MLS). Pertandingan yang berlangsung di Subaru Park, Chester, Pennsylvania, pada 19 Agustus 2026, berakhir imbang 2-2, namun bukan hasil akhir yang menjadi sorotan, melainkan tindakan Messi yang menampar pemain Philadelphia Union, Quinn Sullivan.
Insiden tersebut terjadi pada menit ke-101, saat waktu tambahan berlangsung. Messi tampak frustrasi setelah Sullivan tampaknya melakukan pelanggaran dengan mengelbow-nya. Kedua pemain terlibat dalam adu mulut, dan saat situasi semakin tegang, Messi melakukan tindakan yang tidak terpuji dengan menampar bagian belakang kepala atau leher Sullivan. Meskipun wasit segera turun tangan untuk meredakan situasi, Messi tidak menerima kartu merah pada saat itu.
Setelah melakukan peninjauan, MLS memutuskan untuk menjatuhkan denda kepada Messi karena melanggar kebijakan liga yang melarang kontak dengan wajah, kepala, atau leher lawan. Denda yang dijatuhkan kepada Messi masih belum diumumkan secara resmi, namun tindakan ini menunjukkan komitmen MLS untuk menegakkan disiplin dalam liga mereka.
Ketegangan dalam pertandingan ini tidak hanya berhenti di situ. Dua kartu merah juga dikeluarkan di masa injury time, di mana Yannick Bright dari Inter Miami dan Cavan Sullivan, adik dari Quinn, diusir dari lapangan setelah terlibat dalam keributan. Namun, dalam berita baik bagi Philadelphia Union, Cavan Sullivan berhasil mengajukan banding dan sanksi larangan bertandingnya dicabut setelah peninjauan independen yang dilakukan oleh panel yang terdiri dari perwakilan U.S. Soccer, Canada Soccer, dan Professional Referee Organization.
Messi, yang saat ini berusia 39 tahun, merupakan salah satu bintang terbesar dalam dunia sepak bola. Meskipun insiden ini merusak citranya, Messi tetap menjadi pemain kunci bagi Inter Miami, yang saat ini berada di posisi kedua dalam klasemen Eastern Conference, tertinggal tujuh poin dari pemimpin klasemen, Nashville.
Sejak insiden ini, Inter Miami harus berusaha bangkit dari hasil buruk yang mereka alami, dengan tidak meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir. Tim asuhan Tata Martino dijadwalkan untuk melawan Toronto FC pada 23 Agustus 2026, dan mereka diharapkan dapat melanjutkan fokus mereka untuk meraih hasil positif di laga-laga mendatang.
Dengan adanya insiden ini, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana Messi dan timnya akan mengatasi tekanan serta tantangan yang dihadapi. Sementara itu, Philadelphia Union juga akan berusaha memanfaatkan momentum positif setelah keberhasilan mereka dalam menghapus sanksi terhadap Cavan Sullivan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.
